Airlangga Apresiasi Dukungan SOKSI Untuk Dirinya Maju Ketum Golkar

Airlangga_hartanto_Menperin_dokMenperin

Setelah ramai diperbincangkan dan banyak digadang-gadang oleh berbagai pihak di internal Partai Golkar, banyak pertanyaan menyeruak mengenai bagaimana Golkar di masa kepemimpinan Airlangga jika dirinya menjadi ketua umum Partai Golkar.

Pasalnya, beberapa pihak menyatakan kekhawatiran terkait bagaimana dukungan Golkar terkait pencalonan Presiden Joko Widodo.

Bakal Calon Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Airlangga Hartarto menyatakan siap menerima amanah dan mengamankan pencalonan Presiden Joko Widodo pada Pilpres 2019.

“Saya terima amanah dukungan dari SOKSI ini dan siap mengamankan pencalonan Presiden Joko Widodo pada pilpres 2019,” jelas Airlangga Hartarto saat menerima surat dukungan dari Sentra Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) di Jakarta pada Senin ini.

Surat dukungan dari SOKSI tersebut diserahkan oleh Ketum Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) SOKSI, Ade Komaruddin dan jajaran pengurus lainnya.

Airlangga menegaskan jika dirinya tidak akan menyia-yiakan dukungan yang datang dari kelompok manapun dan akan senantiasa menjalankan amanah yang diterimanya.

Airlangga menegaskan Partai Golkar tidak ada kubu-kubuan apalagi faksi-faksi yang menyebabkan perbedaan kepentingan dan semua pihak bersaing untuk memperbaiki partai yang saat ini sedang tidak dalam keadaan normal.

Airlangga optimistis akan dapat memenangi persaingan perebutan kursi Ketum DPP Partai Golkar. Setelah dirinya mendapat dukungan dari 31 DPD 1 Partai Golkar Se-Indonesia dan dari ketiga organisasi Tri Karya yang secara solid mendukung dirinya bertarung pada gelaran Munaslub yang akan diselenggarakan.

Sebelumnya, Ade Komarudin menyatakan sesuai amanah pendiri SOKSI alm Prof Suhardiman bahwa SOKSI mendukung kepemimpinan Presiden Jokowi pada pemilu 2019.

“Itu amanah pendiri kami, karena itu amanah yang sama kami sampaikan kepada Pak Airlangga untuk tetap mendukung pencalonan Jokowi pada Pilpres 2019,” kata Ade.

Apalagi Airlangga merupakan figur yang telah dinyatakan bersih dan memenuhi syarat menjadi ketua umum yakni PDLT, Prestasi, Dedikasi, Loyalitas dan Tidak Tercela. Setelah ditelusuri mengenai hal tersebut, Airlangga Hartarto memang tidak memiliki rekam jejak negatif apalagi yang berkenaan dengan tindak pidana korupsi.