Akom Enggan Komentar, Golkar Masih Gamang Soal Ketua DPR

ade komarudin

Politikus senior Partai Golkar yang sebelumnya juga pernah menjabat Ketua DPR Ade Komaruddin, menolak untuk mengomentari mengenai peluangnya kembali menduduki jabatan Ketua DPR menggantikan Setya Novanto. Sebelumnya, nama Ade sempat diisukan untuk kembali memimpin DPR. Hal ini disinyalir karena Setnov yang tidak dapat memimpin DPR pasca dirinya ditersangkakan oleh KPK.

“Cukup, enggak elok. Pak Novanto masih ketua DPR kita sampai nanti ada keputusan hukum yang inkrah atau keputusan dari Golkar,” ungkap pria yang akrab disapa Akom itu ketika ditanyakan perihal pengganti Novanto sebagai ketua DPR RI.

Pada kesempatan sebelumnya, politikus senior Golkar, Yorrys Raweyai menilai jika Akom pantas menjadi Ketua DPR menggantikan Novanto. Apalagi, jika menilik sebelumnya Akom juga pernah menjabat Ketua DPR menggantikan Novanto yang ketika itu terbelit kasus lain.

Yorrys membeberkan, alasan Golkar mempertimbangkan kader senior untuk orang nomor satu di parlemen, salah satunya terkait pengalaman. Akom memang mumpuni dan bisa dikatakan memiliki segudang pengalaman di parlemen. Dirinya untuk periode 2014-2019 adalah periode yang ke-4 duduk sebagai anggota DPR RI.

“Kan kita lihat, dari berpolitik ini ada science ada juga experience. Kalau science ya itu mendapatkan keilmuan di tingkatan sekolah, doctor, bahkan hingga profesor. Tapi kalau bicara experience kan pengalaman, jam terbang, punya kematangan dalam mengelola sebuah organisasi,” sebut Yorrys kemarin.

 

Selain Akom, disebutkan juga jika Golkar kemungkinan akan menempatkan kader muda namun memiliki pengalaman untuk menjadi Ketua DPR. Nama yang terdengar cukup kencang gaungnya adalah Aziz Syamsudin, Agus Gumiwang Kartasasmita, hingga Robert Kardinal.