Akom Menyampaikan Jika Soliditas Golkar Adalah Sebuah Keharusan

ade komarudin

Politikus senior Partai Golkar Ade Komarudin atau yang akrab disapa Akom menilai bahwa partai berlambang pohon beringin itu harus kompak dan harmonis dalam menghadapi dinamika yang terjadi akhir-akhir ini perihal jabatan ketua umum.

Kesolidan ini menjadi modal mutlak untuk memenangkan Pilkada serentak yang akan digelar 2018 nanti dan juga memenangkan kembali Jokowi sebagai Presiden pada Pilpres 2019.

Menurutnya, pasca rapat pleno DPP Partai Golkar yang digelar pada Selasa, 21 November 2017, pihaknya menunggu keputusan partai dalam gelaran pleno untuk nasib Golkar ke depan.

Sementara itu, hasil rapat pleno DPP Partai Golkar memutuskan untuk tetap mempertahankan Setya Novanto sebagai Ketua Umum.

“Nah sekarang partai harus solid melakukan konsolidasi, melakukan harmonisasi, agar kompak. Golkar harus solid dalam segala hal untuk menjaga upaya penghancuran dari luar,” jelas mantan Ketua DPR itu.

Terlebih, kata Akom, sebentar lagi akan berlangsung penyelenggaraan Pileg dan Pilpres. Akom mengingatkan mengenai keputusan Golkar dalam Munaslub Bali pada 2016, untuk mendukung dan memenangkan Jokowi di Pilpres 2019 merupakan tanggung jawab sekaligus amanah pemilik suara DPD 1 dan 2 Golkar seluruh Indonesia.

“Kitakan untuk pilpres sudah tentukan Jokowi sebagai capresnya, sudah sejak jauh hari dan itu harus diperjuangkan sebaik-baiknya agar Pak Jokowi ini bisa menang kembali. Kalau partainya enggak kompak, enggak solid, enggak harmonis, ya pasti nanti kurang maksimal bantu pemenangan Pak Jokowi,” ucap Akom.

Akom juga menilai kondisi Golkar yang sedang kritis seperti saat ini membutuhkan formulasi dan solusi strategis, semuanya tidak bisa dilakukan jika kondisi internal Golkar terus bergejolak. Atas sebab itu soliditas menjadi hal yang mutlak dan tidak bisa ditawar lagi.