Antara Bamsoet Dan Agus Gumiwang, Ace Hasan : Harapan Saya Sesuai Tagline Ketum ‘Menuju Golkar Bersih’

Ketua Komisi III DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) dan Anggota Komisi XI DPR RI, Agus Gumiwang Kartasasmita (AGK) masuk dalam pantauan jajaran internal Partai Golkar sebagai calon Ketua DPR RI, menggantikan Setya Novanto (Setnov).

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily ‎mengakui jajaran internalnya memang sedang membahas dua nama tersebut untuk menggantikan posisi Setnov di DPR. Namun, hingga saat ini belum ada keputusan yang pasti untuk menentukan siapa yang akan menjadi calon Ketua DPR RI.

“Sejauh ini belum ada pembicaraan di DPP Partai Golkar terkait nama-nama calon Ketua DPR RI. Dua nama-nama ini memang kerap disebut-sebut dalam perbincangan kami,” kata Ace, Senin (1/1/2018).

Intinya, kata Ace, calon Ketua DPR dari Partai Golkar harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan oleh jajaran internal Partai Golkar. ‎Dia berharap, Ketua DPR RI pengganti Setya Novanto harus diisi oleh kader Golkar.

“Saya sendiri berharap bahwa Ketua DPR RI yang berasal dari Partai Golkar mencerminkan semangat yang dibangun Partai Golkar di bawah kepemimpinan Pak Airlangga Hartarto yang mengusung tagline ‘Menuju Golkar Bersih’,” terangnya.

Dari tagline yang sudah dicanangkan Ketua Umum (Golkar) Airlangga Hartarto tersebut, nantinya calon yang akan mengisi kursi Ketua DPR akan dilihat rekam jejaknya selama bertugas menjadi anggota parlemen.

“Artinya, calon Ketua DPR RI harus mencerminkan dan memiliki rekam jejak yang bersih dan berintegritas,” pungkasnya.‎

Sebagaimana diketahui, dalam revisi Undang-Undang ‎MPR, DPR, DPRD, dan DPD (UU MD3) terdapat usulan untuk penambahan kursi fraksi di pimpinan DPR. Satu kursi pimpinan DPR tersebut diperuntukkan untuk PDI-P. PDI-P dianggap berhak mendapatkan satu kursi di pimpinan DPR sebagai partai pemenang Pemilu. Namun, Ace menampik bahwa PDI-P akan merebut kursi Ketua DPR dari Partai Golkar.

‎‎Sebelumnya, Ace membeberkan sosok pengganti Setya Novanto sebagai Ketua DPR RI. Sosok pengganti Setnov tersebut yakni yang harus mampu memulihkan citra DPR sebagai lembaga yang bersih dan terhormat.

“Tentu Golkar akan memprioritaskan kader yang memiliki kriteria yang diharapkan masyarakat yang dapat memulihkan citra DPR RI sebagai lembaga negara yang terhormat,” kata Ace.‎

Tidak hanya itu, kata Ace, beberapa kriteria atau persyaratan untuk menjadi calon Ketua DPR telah disepakati oleh jajaran pengurus internal Golkar. Salah satunya yakni, memiliki pengalaman sebagai anggota DPR RI.

“Mereka juga harus disertai pernah memimpin alat kelengkapan dewan (AKD), apakah sebagai pimpinan Fraksi atau pimpinan komisi,” sambungnya.

Untuk mengembalikan citra DPR sebagai lembaga yang bersih dari korupsi, Golkar juga mensyaratkan calon Ketua ‎lembaga parlemen tersebut bebas dari permasalahan hukum.

“Bahkan kalau perlu tidak memiliki potensi masalah hukum. Ini sangat penting agar tidak menjadi masalah setelah menjabat sebagai Ketua DPR RI. Ini merupakan elemen yang sangat mendasar dalam menegakan mewujudkan integritas pimpinan Dewan,” terangnya.

Terakhir, sambung Ace, syarat untuk dipilih menjadi calon Ketua DPR yakni harus mampu berkomunikasi baik dengan lintas ‎partai dan pejabat-pejabat pemerintah lainnya.

“Kriteria ini sangat penting karena Ketua DPR RI harus mampu menjalin komunikasi lintas fraksi dalam mencapai target-target kinerja DPR baik legislasi, pengawasan maupun anggaran,” pungkas Ace.

 

Sumber : Okezone