Berikut Gagasan Ala Dedi Mulyadi Untuk Memperbaiki Kawasan Banjir Jawa Barat

Calon Wakil Gubernur Jawa Barat (Cawagub Jabar) Dedi Mulyadi memiliki gagasan berupa solusi untuk masalah banjir. Hal ini mengingat Bekasi merupakan salah satu kota di Jawa Barat yang rawan banjir. Banjir ini terjadi tak terlepas dari pembangunan aset-aset properti di daerah tersebut.

Oleh karena itu, pasangan dari Calon Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar ini mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat harus menguatkan program yang sudah digagas oleh Pemerintah Kota Bekasi.

“Ini perlu sinergi ke depan antara properti yang dibangun dengan aspek lingkungan. Pak Wali Kota Bekasi sudah ada solusi melalui APBD-nya, bikin polder, bikin sodetan kemudian normalisasi sungai. Ini harus dikuatkan oleh pemprov,” ujar Dedi Mulyadi di Kelurahan Kali Baru, Kecamatan Karang Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin 19 Maret 2018.

Sinergi yang dimaksud oleh mantan Bupati Purwakarta dua periode tersebut adalah rekomendasi Rencana Umum Tata Ruang. Pemerintah Provinsi Jawa Barat, menurut Dedi, dapat memberikan rekomendasi tersebut kepada kabupaten/kota di Jawa Barat.

“Setiap kabupaten/kota pasti memiliki tata ruangnya sendiri. Pemprov tidak bisa melakukan intervensi, tetapi bisa memberikan rekomendasi RUTR itu agar diperhatikan dan dilaksanakan,” ucapnya.

Selain membangun sinergi dengan kabupaten/kota di Jawa Barat, Dedi juga mengusulkan pembangunan danau di setiap kelurahan. Menurutnya, danau yang berfungsi sebagai resapan dan penampungan air itu nantinya dibangun di daerah rawan banjir.

“Air itu agar tidak mengalir sembarangan maka harus dibuat tempat penampungannya. Saya kira danau kecil di kelurahan yang rawan banjir bisa menjadi solusi,” kata dia.

Selain fungsi resapan air, lanjutnya, danau tersebut juga dapat berfungsi sebagai arena rekreasi warga sekitar. Sehingga, kata Dedi, warga di kelurahan yang biasanya sudah berkarakter urban tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk rekreasi.

“Liburan warga nanti tidak perlu jauh-jauh, ya di danau itu. Makanya, danaunya perlu ditata dengan baik,” tutur Dedi Mulyadi.

Secara jangka panjang, pria yang lekat dengan iket Sunda berwarna putih itu juga memiliki program. Salah satunya, kata Dedi, wilayah kota yang biasanya ditumbuhi oleh produk-produk properti harus berkontribusi positif terhadap perkampungan di sekitarnya.

“Kuncinya, keseimbangan harus terjadi. Para pendatang yang tinggal di daerah yang diisi oleh properti harus memberikan kontribusi kepada para penduduk awal. Sehingga, seluruh fasilitasnya setara dan berwawasan lingkungan,” jelas Dedi.

Penataan lima ribu kampung menjadi program unggulan Dedi Mulyadi jika terpilih dalam Pilgub Jawa Barat pertengahan tahun ini. Pajak yang dihasilkan dari daerah properti harus dialirkan seluas-luasnya untuk penataan kampung tersebut.

 

Sumber : liputan6.com