Bhakti Darma Paramadina Hasilkan Miniatur Kebudayaan Indonesia

 

Pangandaran, Baladsiliwangi.com – Dalam memenuhi dan juga bentuk tanggung jawab Perguruan Tinggi mengenai Tri Darma Pendidikan, salah satunya adalah pengabdian ke Masyarakat. Universitas Paramadina berinisiatif disetiap tahunnya mengirim Mahasiswa yang terhimpun dalam Organisasi dan Komunitas Universitas Paramadina (OKUP ) yang berkegiatan dalam lingkungan Kampus, tidak semua anggota dalam Okup intra Kampus itu mengikuti kegiatan yang diberi nama “ Bhakti Darma Paramadina “ , tapi setiap OKUP cukup mewakili  dua hingga emapat perwakilan saja.

Bhakti Darma Paramadina Tahun 2018 ini adalah kali ketiga setelah di dua tahun sebelumnya berlangsung di Pulau Sebatik Kalimantan Utara (2016) dan Kabupaten Lampung Selatan (2017). Adapun di tahun sekarang kegiatan dilangsungkan di Pangandaran, Jawa Barat, sebuah Kabupaten baru yang terbentuk dari pemekaran wilayah induknya tahun 2012 lalu. Selain itu dipilihnya Kabupaten Pangandaran untuk melakukan kegiatan ini, adalah menjalin relasi dengan sebuah Komunitas yang bergerak dalam Ranah Pendidikan dan Kebudyaan.

Sabtu (17/2/2018), setelah berbagai kegiatan dari sekitaran empat puluhan Mahasiswa yang mewakili OKUP nya masing masing itu mengadakan semacam tugas pamugkas saat hari terakhir program Bhakti Darma Paramadina, yaitu mendirikan apa yang namanya “ Kampung Nusantara “. Inisiator peluncuran datang dari Sekretaris Jenderal Serikat Mahasiswa ( SEMA PARAMADINA ), Yaitu Raisus Zaman.

Dalam kesempatan itu, Ketua  pelaksana kegiatan Bhakti Darma Paramadina Insan Kamil memberikan keterangan sekaligus ucapan terimakasih khususnya kepada seluruh lapisan Masyarakat Desa Cinta Karya Kecamatan Parigi, “ rasa syukur tentunya Saya Pribadi kepada setiap Orang di Desa ini yang telah memberikan semuanya kepada Kami Kami dari ketidaktahuan menjadi tahu dan paham, dari diajarkan cara bercocok Tanam sampai mempelajari tata cara kehidupan social Masyarakat disini.”  Ungkap Insan Kamil .

Sementara itu dalam sambutan peluncuran Kampung Nusantara, perwakilan Rektor Paramadina, yang kali ini diwakili oleh Wakil Rektor Universitas Paramadina Jakarta Fatchiah E Kertamuda mengungkapkan, para mahasiswa yang terlibat dalam pembuatan kampung nusantara, adalah pelanggan pertama wisata kampung nusantara. Para Pemimpin organisasi mahasiswa di kampus yang mengikuti Dharma Bhakti Paramadina di Dusun Cikubang, kata Fatchiah, mereka sudah merasakan suasana kemajemukan Indonesia yang ada di Kampung Nusantara.

“Generasi sekarang kan generasi gadget mereka terbiasa bersosialisasi menggunakan handphone dan meleknya media sosial, tapi kan kita Bangsa Indonesia yang dari dulu berbicara melalui tatap muka secara langsung yang sekarang atau akhir akhir ini sangat jarang ditemukan, bahkan di Desa sekalipun yang jauh dari perkotaan,” katanya.

Dan untuk menutup seluruh dari rangkaian delapan hari berkegiatan di Kampung Cikubang Desa Cinta Karya ini, dengan dibentuknya miniatur Kebudyaan Indonesia yang disebut Kampung Nusantara, Bhakti Darma Paramadina menitipkan sepenuhnya Kepada Komunitas Sabalad yang telah menjadi Rekan dalam berkegiatan ini. ( Drt)