Cawalkot Golkar Kota Bandung Berfikir Kreatif Untuk Warga

Nurul Arifin Golkar

Bakal Calon Walikota Bandung dari Partai Golkar, Nurul Arifin, mengatakan sangat mendukung acara positif yang disenangi generasi milenial. Bahkan ia akan menyambut baik jika acara yang disenangi anak muda semisal Kickfest banyak diselenggarakan di Kota Bandung. Hal tersebut ia ungkapkan saat menghadiri Kickfest di Lapangan Pusenif, Bandung.

“Kalau saya kelak diamanahkan untuk mengurus Kota Bandung, berfikirnya tentang bagaimana memperbanyak titik-titik untuk tempat kreativitas. Ini kan terpusat di kota, nanti disebarkan ke beberapa titik, tidak hanya di satu titik, dengan waktu berbeda, agar terus merangsang daya kreativitas mereka,” ujar Nurul.

Nurul Arifin juga mengaku menangkap beberapa aspirasi yang diungkapkan generasi muda. Dari interaksi dengan beberapa generasi muda, ia menyimpulkan generasi muda saat ini membutuhkan lebih banyak wadah untuk mengekspresikan kreativitasnya. Bukan hanya wadah namun juga instrumen-instrumen yang dibutuhkan untuk menyokong kreatifitas anak muda.

“Anak-anak muda, mungkin mereka tidak terlalu suka hal-hal yang bersifat birokratis, jadi lebih diberikan kemudahan dan mungkin mereka menghadapi dengan cara-cara yang berbeda dengan hal-hal yang sifatnya  birokratis tadi,” kata Nurul Arifin.

Saat datang ke Kickfest, Nurul Arifin sempat terkejut karena kreativitas anak muda Bandung sangat banyak dan beragam. Ia berharap, anak muda Bandung dapat berkarya lebih baik dan meningkatkan daya kreativitasnya, khususnya di bidang fesyen. Akan sangat bermanfaat jika kreatifitas tersebut dapat menjadi produktifitas kekaryaan.

Menurutnya anak muda terutama generasi milenial merupakan generasi potensial karena sangat akrab dengan perkembangan teknologi. Hal tersebut harus mampu ditangkap oleh pemangku kebijakan agar SDM dapat terbangun dan indeks pembangunan manusia meningkat. Apalagi indeks kebahagiaan hidup di Kota Bandung tertinggi di Indonesia.

“Karena ada perubahan prilaku pembeli yang tadinya ke toko sekarang banyak yang belanja online. Untuk itu, industri harus berbena dan responsif untuk dapat menghadapi perubahan tersebut,” ujarnya.