Ceu Popong Kesal, Gara-Gara Tidak Semua Hadirin Bernyanyi Indonesia Raya Saat Berkumandang

Politisi senior Partai Golkar, Popong Otje Djundjunan alias Ceu Popong diberikan kesempatan menyampaikan sambutan pada acara launching Posko Pemenangan Nurul-Ruli, Jalan Tamblong, Bandung, Minggu (7/1/2018).

Tampil mengenakan baju warna hitam dan jas warna kuning, Ceu Popong mengutarakan kekesalannya lantaran saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan, tidak semua hadirin pada acara tersebut bernyanyi.

“Pertama, Kalau sedang melantunkan lagu kebangsaan kita, semua harus berdiri sikap sempurna, semua menyanyi.

Kalau Ceu Popong batuk juga ngagorowok saya mah, apalagi kalau yang tidak batuk dan yang masih muda,” ujar Ceu Popong saat berada di atas panggung.

Ia mengingatkankan bahwa sikap sempurna saat lagu Indonesia Raya berkumandang sudah tertera di Undang-undang.  Ia juga meminta pada fotografer untuk tidak memotret saat lagu Indonesia Raya berkumandang.

“Bagaimana tukang potret? Sarua bae Tidak ada yang memotret, catat itu! Ini penting,” kata Ceu Popong.
Kemudian, ia juga mengingatkan agar hadirin yang hadir tidak menumpangkan kakinya.

“Kedua, punteun, tidak ada yang tumpang kaki, bukan budaya sunda. Pek rek pundung pek, jung baralik nu pundung (Silakan kalau mau merajuk, silakan pulang). Budaya adalah ciri bahwa Sunda masih ada,” ujarnya.

Ia juga kesal pada perempuan yang menumpangkan kakinya padahal mengenakan rok pendek.

“Bari make samping, bentukna kaki, atawa rok setengah pingping, ayeuna tumpang kaki (apalagi menggunakan samping, atau rok pendek, sekarang tumpang kaki),” ujarnya.

 

Sumber : Tribunnews