Dedi Mulyadi Berharap Petani Konsumsi Beras Bagus Bukan Beras Raskin

Bakal Calon Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mendengarkan curhat petani saat melakukan safari Budaya di Desa Simpang, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jabar, Kamis malam (1/2). Permasalahan klasik petani, seperti mahalnya modal yang dikeluarkan tidak sebanding dengan hasil yang diterima, dikeluhkan petani Garut kepada Bupati Purwakarta dua periode itu.

“Melak kentang mahal modalna, murah jualna (menanam kentang mahal modalnya, murah jualnya). Sampai-sampai badan petaninya pegal-pegal,” ungkap Dedi yang disambut dengan tepuk tangan warga seolah membenarkan kondisi tersebut.

Menurut Dedi hal tersebut dapat diselesaikan dengan cara hadirnya negara yang turut hadir dalam mengatur stabilnya harga. Di tempat yang sama, sebagian warga juga mengeluhkan mahalnya harga beras. Padahal Garut termasuk salah satu pemasok beras terbesar di Jawar, bahkan baru-baru ini menyuplai beras ke daerah lain seperti Sumatera dan Kalimantan.

“Seharusnya petani kentang ini lah yang mendapatkan beras bagus, bukan beras raskin (rakyat miskin). Karena mereka membutuhkan tenaga lebih besar untuk bekerja,” sebut Dedi.

Selain itu, dia juga menggagas konsep dokter masuk desa. Menurutnya, nantinya akan disediakan dokter di setiap desa di Jabar yang siap melayani masuk ke kampung-kampung.

“Nanti di setiap kampung itu disediakan dokternya dan mereka yang berkeliling kampung membawakan obat sesuai dengan keluhan yang diterima dari masyarakat. Warga bisa menghubungi langsung dokter melalui pesan singkat atau hal yang serupa. Pelayanan akan lebih mudah,” kata mantan ketua HMI Purwakarta ini.

Dedi Mulyadi yang berpasangan dengan Calon Gubernur Jabar, Deddy Mizwar diusung Partai Golkar dan Partai Demokrat pada Pilkada Jabar 2018. Dedi rutin melakukan acara safari budaya bersama kelompok seninya untuk memenuhi undangan acara khitanan, undangan pernikahan, dan syukuran daerah.

Sejak 2008, Dedi bersama sembilan anggota personelnya berkeliling hingga pelosok Jabar. Grup ini biasa menyajikan genre musik etnik khas Sunda lengkap dengan syair dan tarian Asmaul Husna. Sesi hiburannya berupa lawak yang ditampilkan oleh komedian Sunda, Ohang. Sesekali di beberapa daerah terlihat Ustad Solmed mendampingi Dedi Mulyadi di atas panggung.

 

Sumber : rmol.co