Dedi Mulyadi Inginkan Daerah Pesisir Laut Jawa Di Berikan Kemajuan Teknologi Kelautan

Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi blusukan ke perkampungan Desa Samudera Jaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Dedi mendapat keluhan warga karena sistem sanitasi di perkampungan tersebut kebanyakan beralaskan tanah dan berada dalam kondisi lembab.

Runi (38) salah seorang warga setempat mengeluhkan kondisi itu kepada Dedi. Buruknya keadaan tersebut masih harus bertambah saat rob (banjir air laut) menerjang perkampungan jika air laut sedang pasang. Rob yang datang tanpa bisa diprediksi membuat warga sekitar tidak bisa mempersiapkan diri sebelumnya.

“Kondisinya memang begini Pak. Apalagi banjir rob tidak bisa diprediksi,” keluh Runi, kemarin.

Keadaan ekonomi warga yang desanya berbatasan dengan Laut Jawa tersebut juga tidak dapat dikatakan mapan. Mata pencaharian utama warga sebagai nelayan dan buruh belum mampu memperbaiki taraf hidup mereka.

Akibatnya, para ibu di desa tersebut bekerja sambilan menjadi buruh bleke (pengupas kerang) dengan penghasilan Rp 3 ribu per hari saja. “Kalau sehari-hari mah kita nge-bleke (ngupas kerang) Pak. Alhamdulillah dapat Rp 3 ribu sehari juga. Bapak-bapak disini biasanya melaut atau menjadi buruh,” jelasnya.

Menanggapi keluhan warga, Dedi mengungkapkan gagasan tentang penataan kampung nelayan. Letak geografis desa tersebut yang berada di pesisir pantai, menurut dia, mengharuskan rumah berjenis rumah panggung.

“Masalah sosial di daerah pesisir memang cukup kompleks, apalagi kalau dilanda rob. Saya menawarkan penataan kampungnya, kita tata kembali dengan jenis rumah panggung. Insya Allah mereka bisa aman,” jelasnya.

Para buruh harian lepas dan para nelayan menurut Dedi Mulyadi harus merasakan kehadiran negara. Para buruh harus memiliki asuransi, sementara para nelayan harus diberikan teknologi baru agar mampu menangkap ikan dengan baik.

“Para buruh dan nelayan harus diberikan asuransi. Para nelayan juga harus update terhadap teknologi kelautan agar tangkapan mereka meningkat. Bantuan kepada para nelayan juga tidak boleh bersifat kredit, bantuan langsung saja,” katanya.

Selain itu, menurutnya, anak-anak yang tinggal di pesisir pantai juga harus mendapat porsi pendidikan karakter ala pesisir. Mereka diajarkan tentang cara memahami teknologi kelautan, mulai dari budidaya sampai cara menangkap ikan.

“Kurikulum pendidikan untuk anak-anak pesisir harus dibedakan dengan wilayah lain. Anak-anak disini harus mengenyam pendidikan karakter kelautan. Semua tentang laut harus diajarkan,” tegasnya.

Kondisi lingkungan yang cukup berat mengharuskan anak-anak tersebut untuk memiliki semangat juang yang lebih dari anak-anak di wilayah lain. Karena itu, Dedi meminta agar orangtua menanamkan semangat tersebut kepada mereka.

“Pejuang maritim tidak boleh miskin. Anak pesisir pantai harus mau kerja keras dan berusaha,” kata Dedi memberi semangat.

 

Sumber : merdeka.com