Dedi Mulyadi Membantah Dirinya Akan Meninggalkan Golkar

dedi daniel golkar

Ketua DPD Partai Golkar Jabar Dedi Mulyadi menegaskan, dirinya tidak akan meninggalkan partai berlambang pohon beringin tersebut. Bahkan, menjelang Pilgub Jabar 2018 mendatang, Bupati Purwakarta dua periode ini memilih untuk terus meningkatkan elektabilitas partainya itu daripada memikirkan mengenai dirinya maju pada Pilgub Jabar dari partai lain. Mengingat, berdasarkan hasil survei sejumlah lembaga, elektabilitas Golkar turun pada bulan ini.

“Saya tidak akan kemana-mana. Saya tetap kader Golkar,” ujarnya, pada Selasa (14/11). Berdasarkan data sejumlah lembaga survei, elektabilitas Golkar pada Oktober lalu sebesar 18 persen. Namun, di bulan ke sebelas ini menurun drastis menjadi 12 persen. Hal ini ditengarai karena berbagai hal termasuk imbas isu nasional yang sedang menghantam Partai Golkar belakangan ini.

Belum sebulan, Golkar telah kehilangan enam persen untuk elektabilitas partai. Karena itu, pihaknya akan berusaha konsen untuk terus menaikan elektabilitas partai di tanah Jawa Barat. Tak hanya itu, di tengah-tengah kisruh rekomendasi DPP Golkar yang mendukung Walikota Bandung Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqien pada Pilgub Jabar, Dedi meminta agar seluruh pengurus di Jabar untuk tetap solid.

“Saya tak memikirkan rekomendasi DPP. Tapi, saya terus berupaya untuk tetap bekerja dan meningkatkan lagi elektabilitas partai karena itu merupakan tugas saya sebagai ketua DPD 1 Golkar Jabar,” ujarnya.

Dedi menilai, perjuangan kader di Jabar masih belum seberapa jika dibanding dengan politisi senior Akbar Tandjung ketika menjaga Partai Golkar dari ancaman pembubaran era reformasi pada 1998-1999.

Saat ini, sambung Bupati Purwakarta tersebut, kondisi Golkar sedang membutuhkan energi besar untuk mengkonsolidasikan diri menjelang berbagai kontestasi politik ke depan. Tujuannya, bukan untuk mengejar jabatan dan kekuasaan melainkan untuk mengamalkan doktrin karya dan kekaryaan yang menjadi ideologi dasar partai tersebut.

Dengan pernyataan tersebut, Dedi Mulyadi sekaligus membantah bahwa dirinya akan pindah partai untuk mengamankan kepentingan pribadinya mencalonkan diri menjadi Jabar 1. Mengingat resiko yang harus diterima jika dirinya ngotot maju, maka posisinya di DPD 1 Golkar Jabar harus hilang.