Dedi Mulyadi Utamakan Nilai-Nilai Kemanusiaan Yang Harus Diperjuangkan Daripada Safari Politik

Kenyataan pahit harus dialami Oman (38), warga Desa Cibarusah, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi. Pasca divonis mengidap penyakit komplikasi yang menyerang jantung dan paru-parunya, ia pun harus rela ditinggalkan istri tercintanya.

“Penyakit ini sudah setahun lalu. Enggak tahu asalnya bagaimana bisa begini. Istri juga sampai pergi, mungkin enggak mau ngurus saya yang sakit-sakitan,” katanya di hadapan calon Wakil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, Senin (26/2/2018).

Sejak ditinggalkan sang istri, Oman tak ada yang mengurus. Beban hidup yang dirasakannya pun makin lengkap setelah mendengar kabar jika istrinya meminta cerai. “Tinggal mah sama kakak, istri kan pergi, bahkan sekarang minta cerai,” keluhnya.

Oman berharap diberi kesembuhan dan bisa beraktivitas kembali seperti sedia kala. Namun, lagi-lagi keterbatasan biaya membuatnya harus menerima kondisinya yang sekarang. Ia pun hanya bisa berharap uluran tangan pemerintah, untuk membantunya mendapatkan pengobatan layak.

“Bukannya enggak mau berobat, tapi memang enggak ada biaya. Ya maunya sembuh terus bisa kerja normal lagi. Kalau kondisi sekarang, kerja serabutan saja cepet capeknya,” paparnya.

Dedi Mulyadi yang sedari awal mendengarkan sangat terenyuh dan berempati dengan kisah pilu Oman. Mantan Bupati Purwakarta itu pun memintanya untuk segera menjalani pemeriksaan di rumah sakit, demi mendapatkan penanganan medis atas penyakitnya.

Menurutnya, Oman hanyalah satu dari sekian banyak warga yang memiliki masalah yang sama, yakni ketiadaan biaya serta minimnya fasilitas dan akses kesehatan yang diterima. Dedi pun ingin masalah yang kerap ditemui di setiap kunjungannya ke warga-warga pelosok tersebut, dapat segera ditangani dan diberikan solusi perbaikan di bidang kesehatan.

“Ini konteksnya kemanusiaan, saya bisa keliling, memutus dan menyelesaikan masalah secara langsung,” ujarnya.

Ia pun menolak mengaitkan kunjungan kemanusiaan yang dilakukannya itu dengan kegiatan politik. Dedi beralasan, nilai-nilai kemanusiaan masih jauh lebih bernilai untuk diperjuangkan, ketimbang melakukan safari politik.

“Politik memang penting, tetapi memperjuangkan nilai kemanusiaan itu jauh lebih penting,” imbuhnya.

 

Sumber : Okezone.com