Deding Ishak Enggan Kenaikan Ongkos Haji Dibebankan Ke Jamaah

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengusulkan agar ongkos berangkat haji tahun 2018 naik hingga Rp 900.000. Komisi VIII DPR meminta pemerintah tak membebankan kenaikan ongkos haji itu kepada calon jemaah.

Anggota Komisi VIII DPR Deding Ishak menjelaskan pemerintah dapat mengakali kenaikan ongkos haji tersebut yang salah satu faktornya akibat kebijakan pajak Arab Saudi sebesar 5%. Deding menyarankan pemerintah memanfaatkan Dana Optimalisasi Jemaah Haji yang disetorkan di awal.

“Komisi VIII berupaya agar jangan sampai ini membebani kepada jemaah. Kalaupun terpaksa bertambah biaya itu, itu tidak diambil dari jemaah, tapi dikeluarkan dari Dana Optimalisasi Haji yang memang kan banyak,” ujar Deding saat dihubungi, Senin (22/1/2018).

“Calon jemaah ini sudah menyimpan uangnya setiap tahun yang jumlahnya sekarang kalau dijumlahkan besar juga,” imbuhnya.

Untuk informasi, biaya haji tahun lalu atau 2017 sebesar Rp. 34.890.312. Menag Lukman mengatakan pemerintah mengusulkan kenaikan biaya haji sebesar Rp 900.000 untuk tahun 2018. Dijelaskan Lukman usai rapat, pemerintah mengusulkan kenaikan biaya bukan tanpa alasan. Ada 3 faktor utama terkait usulan tersebut. Pertama, soal kenaikan harga bahan bakar pesawat atau avtur, kedua PPN 5% yang diterapkan Saudi, dan terakhir soal peningkatan kualitas layanan haji untuk jemaah. Jumlah ini tak mengalami penambahan dari tahun 2017 lalu. Tahun lalu, kuota haji jemaah Indonesia juga 221.000.

“Ya, seperti semula. Nggak ada (penambahan),” ujar anggota Komisi VIII Deding Ishak terpisah kepada wartawan.

Sebelumnya diberitakan, kuota haji Indonesia pada 2017 bertambah menjadi 221 ribu. Menag Lukman menyebutkan tambahan khusus 10 ribu jemaah haji tahun 2017 hanya diberikan kepada Indonesia.

“Khusus 10 ribu hanya untuk Indonesia karena keistimewaan Indonesia di mata pemerintah Arab Saudi,” jelas Lukman saat rapat dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (16/1/2017).

Penambahan kuota menjadi 221 ribu ini dapat memangkas waktu tunggu jemaah haji hingga 3 tahun. Presiden Joko Widodo sebelumnya mengumumkan adanya penambahan kuota haji untuk tahun 2017. Jokowi menyebut kuota haji 2017 untuk Indonesia menjadi 221 ribu jemaah dari sebelumnya 168.800.

“Pemerintah Arab Saudi telah memutuskan untuk mengembalikan kuota normal haji bagi Indonesia dari 168.800 menjadi 211 ribu untuk tahun 2017. Selain itu, pemerintah Arab Saudi menyetujui permintaan penambahan kuota sebesar 10 ribu. Dengan demikian, kuota haji untuk Indonesia di tahun 2017 menjadi 221 ribu,” kata Jokowi di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (11/1).

 

 

Sumber : detiknews