Dewan Pertimbangan Golkar Menilai, RK Harus Jadikan Daniel Sebagai Cawagub

ridwan kamil golkar

Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar, Agung Laksono, menilai bahwa sudah sepantasnya Bakal Calon Wakil Gubernur (Bacawagub) Jawa Barat, berasal dari kader Partai Golkar yakni Daniel Mutaqien. Daniel Mutaqien sendiri telah mendapatkan restu dari DPP Partai Golkar untuk maju mendampingi Ridwan Kamil sebagai Bacagub Jabar 2018.

Alasannya adalah, bagi Agung Laksono, Golkar dirasa lebih berhak mendapatkan kursi Cawagub Ridwan Kamil, Hal tersebut dikarenakan jumlah kursi Golkar adalah yang terbanyak diantara partai koalisi lainnya.

“Karena Partai Golkar memperoleh kursi terbesar kedua di Jawa Barat setelah PDIP. Dan, saya berkeyakinan pasangan ini sudah final,” jelas Agung Laksono seusai melantik pengurus Kosgoro 1957 di Hotel Selyca Mulia Jl Bhayangkara Samarinda Kalimantan Timur.

Agung Laksono yang juga menjabat Ketua Umum Kosgoro 1957 menjelaskan, Golkar sudah memutuskan mengusung pasangan Ridwan Kamil dan Daniel Mutaqien maju di Pemilihan Gubernur Jawa Barat tahun 2018. Namun, tahapan-tahapan selanjutnya, semua dikembalikan kepada pasangan tersebut untuk ke depannya.

Termasuk pada pemilihan bakal Cawagub pendamping Ridwan Kamil. Telah diketahui bersama bahwa Ridwan Kamil telah menjelaskan perihal keputusannya memilih Cawagub akan diumumkan Desember 2017 nanti. Selain Golkar, PKB dan PPP juga telah mendorong kadernya untuk dapat mendampingi Ridwan Kamil pada Pilgub Jabar 2018.

“Semua terpulang dari pasangan itu (Ridwan Kamil dan Daniel Mutaqien) sendiri. Apakah bisa mempermanenkan itu. Jadi kami serahkan ke Bapak Ridwan Kamil,” kata Agung Laksono.

Adapun, Dedi Mulyadi yang menjabat Bupati Purwarkata dan juga memiliki peluang maju sebagai Bacagub Jawa Barat masih berposisi sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Jawa Barat. Namun hingga saat ini, Dedi Mulyadi enggan berkomentar dan tidak berfikir mengenai kepastian dirinya yang akan maju Pilgub Jabar 2018.

“Bapak Dedi Mulyadi tetap Ketua Partai Golkar di Jawa Barat. Tidak ada perubahan itu,” katanya.

Lebih lanjut, Agung Laksono mengatakan apa yang diputuskan Partai Golkar dalam pilkada tidak akan mengalami perubahan. Walaupun, nantinya akan digelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar. Karena hal tersebut merupakan keputusan institusi Golkar sebagai sebuah partai, bukan merupakan keputusan perorangan.

“Pada dasarnya, apa yang diputuskan Partai Golkar dalam pilkada tidak ada perubahan bila ada munaslub. Begitu juga apa yang telah diputuskan mengenai dukungan Golkar kepada calon Presiden Joko Widodo pada Pemilihan Presiden 2019 tidak akan berubah. Terkecuali, ada hal-hal khusus,” kata Agung.

Agung menceritakan, di DPP partai Golkar pihaknya sedang menunggu pra peradilan (Setya Novanto) dalam waktu dekat. Dan akan menggelar munaslub bila semua pihak ingin mengganti kepemimpinan dan memperbaiki elektabilitas partai Golkar.

“Kita tidak boleh main tunjuk saja (mengganti pemimpin) tanpa musyawarah. Munaslub itu acara pokoknya tunggal mengganti ketua umum saja dan jajaran kepengurusannya,” kata Agung.