DPD 1 Golkar Jabar Menginginkan Adanya Komunikasi Dari Ridwan Kamil

Nurul Arifin dan Ridwan Kamil Golkar

Wakil Sekretaris DPD 1 Partai Golkar Jawa Barat, Sukim Nur Arif, mengakui bahwa pihaknya belum ada komunikasi formal dengan bakal calon Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, yang diusung oleh DPP Golkar. Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, diketahui hingga saat ini masih belum menjalin komunikasi dengan DPD 1 Golkar Jabar maupun akar rumput Golkar Jabar.

”Sampai saat ini belum ada secara formal ya, masih obrolan yang belum ditindaklanjuti,” kata Sukim dalam rilisnya pada Senin.

Sukim mengatakan Emil tidak boleh mengabaikan rekomendasi DPP Golkar yang telah memutuskan untuk mengusungnya di Pilgub Jabar 2018 dan membiarkan Daniel Mutaqien maupun Golkar Jabar secara institusi bergerak sendiri. Seharusnya inisiatif komunikasi dilakukan oleh Emil kepada Partai Golkar secara institusi.

Sukim juga menyayangkan pembredelan atribut sosialisasi yang memuat gambar bakal calon Gubernur Jawa Barat dari Golkar, Ridwan Kamil, bersama ketua umum Partai Golkar, Setya Novanto. “Kejadian pembredelan atribut sosialisasi tersebut tidak sepatutnya dilakukan, mengingat Ridwan Kamil telah diusung oleh partai (Golkar),” katanya. Walaupun ada berbagai pertimbangan terkait keberadaan baliho tersebut.

Terkait keberadaan foto Setya dalam atribut sosialisasi tersebut, Sukim menyatakan posisi ketua umum Partai Golkar secara de jure hingga saat ini masih dipegang oleh Setnov. Karena itu, Setya masih dianggap sebagai simbol formal Partai Golkar sebelum dilakukan pergantian Ketua Umum.

“Sampai saat ini Ketua Umum Partai Golkar masih Pak Setnov,” kata Sukim. ”Jadi, menurut kami, memasang foto beliau (Ridwan Kamil) bersama bakal calon yang diusung. Saya kira tidak ada masalah.” Jelas Sukim.

Sukim menyebutkan beberapa lokasi tempat pemasangan atribut sosialisasi bakal calon Gubernur Jabar tersebut yang kini sudah dibredel. Di antaranya, lokasi Simpang Lima dan Alun-alun Tarogong Kabupaten Garut dan depan Hotel Horison, Kota Bandung. Pembredelan atribut baliho tersebut disinyalir dilakukan oleh pihak internal yang tidak menginginkan elektabilitas Emil turun akibat disandingkan dengan Novanto.

DPD 1 Golkar Jabar sebetulnya hanya menginginkan adanya komunikasi dari Ridwan Kamil terhadap jajaran di DPD 1 Golkar Jabar. Walaupun Emil telah secara resmi mendapatkan rekomendasi dari DPP Golkar, namun Golkar Jabar sebagai pemegang teritori tetap harus dikoordinasikan mengenai keperluan sosialisasi Kang Emil dan Kang Daniel.