DPD Golkar Kota Bogor Sesalkan Sikap Bima dan Dedie Tak Beretika Politik

DPD Golkar Kota Bogor menyayangkan sikap pasangan Bima Arya dan Dedie A. Rachim yang telah diusung oleh Partai Golkar, dengan Surat Keputusan (SK) rekomendasi oleh Ketua Umum DPP Golkar Airlangga Hartarto.

Tersebarnya SK pengusungan Bima dan Dedie A Rachim telah tersebar luas di sosial media, namun pihak DPD Golkar Kota Bogor hingga saat ini belum menerima salinan surat SK rekomendasi tersebut. Bahkan yang disesalkan, DPD Golkar Kota Bogor juga belum menerima komunikasi dari Bima Arya terkait hal itu.

Ketua DPD Partai Golkar Kota Bogor, Tauhid J. Tagor, mengungkapkan, hingga saat ini sudah lebih dari 1×24 jam sejak SK rekomendasi dari DPP Golkar diserahkan ke Bima dan Dedie, mereka belum ada inisiatif melakukan komunikasi dengan DPD Golkar Kota Bogor.

“Belum ada komunikasi dari Bima, padahal persoalan kelanjutan SK rekomendasi itu sangat penting dibahas di internal partai. Kami kecewa dengan situasi seperti ini,” ungkap Tauhid J. Tagor saat dihubungi AKURAT.CO, Minggu (7/1).

Tagor juga membeberkan, manuver apapun yang dilakukan oleh Bima Arya sebenarnya sah-sah saja. Akan tetapi menurutnya, etika tetap harus dipakai dalam berpolitik dan bersikap dalam hal apapun.

Lanjut dia, seharusnya SK rekomendasi dari DPP itu segera dilaporkan oleh pasangan calon kepada DPD Golkar Kota Bogor. Sebab SK rekomendasi itu nantinya yang mendaftarkan ke KPU adalah partai.

“Kami belum mendapatkan pelimpahan SK rekomendasi dari DPP itu, karena SK rekomendasinya dibawa oleh Bima. Bukti fisiknya saja kami belum melihat, dan harusnya Bima segera menyerahkan ke DPD,” ujarnya.

Senada, Sekretaris DPD Golkar Kota Bogor, Heri Cahyono menyayangkan sikap Bima yang notabene kader Partai Amanat Nasional itu.

“Seharusnya yang bersangkutan (Bima) merapat ke DPD Golkar Kota Bogor, untuk merumuskan dan mengadakan rapat bersama,” ujarnya.

Heri menjelaskan, berdasarkan instruksi dari DPD Golkar Jawa Barat, pasangan Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi akan daftar ke KPU dilanjutkan deklarasi di Pilgub Jabar pada hari Selasa (9/1/2018) mendatang. Sedangkan sampai saat calon yang diusung DPP Golkar belum melaporkan apapun ke DPD Golkar Kota Bogor.

“Ini yang aneh dan lucu.Seharusnya menyangkut hal-hal teknis bisa dibicarakan oleh Bima dengan kami, Partai Golkar sebagai partai pengusungnya,” tandasnya.

Masih kata Heri, dengan adanya keputusan DPP Golkar yang mengusung Bima dan Dedie, seluruh jajaran Golkar di Kota Bogor akan fatsun dan siap bekerja memenangkan Pilwalkot.

“Kami semuanya fatsun dan siap bekerja, tetapi semua ada mekanisme dan aturan serta tahapan yang harus dilakukan. Jadi harus ada etika politiknya, bukan sekadar bermain di pusat, sehingga daerah ditinggalkan begitu saja,” tuntasnya.

 

Sumber : Akurat