DPR Meminta Agar Pansus Hak Angket KPK Segera Melaporkan Temuan dan Rekomendasinya

kang agun

Ketua DPR, Setya Novanto meminta Pansus Hak Angket Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera melaporkan hasil kerja pada masa sidang ini. Pasalnya, sejak 30 Mei 2017 hingga kini, Pansus Hak Angket KPK belum membuat rekomendasi atas temuan-temuannya.

Permintaan itu disampaikan Novanto dalam pidato pembukaan Masa Sidang II rapat paripurna DPR ke-1 tahun sidang 2017-2018, di Gedung DPR, Jakarta (15/11).

“Diharapkan pada masa persidangan ini agar dapat dilaporkan mengenai hasil kerja Pansus Angket KPK,” kata Novanto. Adapun masa sidang II DPR dimulai pada hari ini dan berakhir pada 14 Desember 2017.

Dalam kesempatan itu, Novanto meminta agar Pansus terus bekerja melakukan kegiatan penyelidikan terhadap aspek kelembagaan, kewenangan, anggaran, dan tata kelola sumber daya manusia. Mengenai Pansus Angket KPK, ada selentingan kabar yang berkenaan dengan kewenangan begitu besar yang dimiliki KPK telah disalah gunakan oleh berbagai pihak.

Bahkan disinyalir KPK telah menjadikan wewenangnya sebagai alat politik. Berbagai pihak malah menyatakan bahwa KPK telah berpolitik dalam penetapan status beberapa tersangka KPK.

Sementara, Ketua Pansus Hak Angket KPK Agun Gunandjar Sudarsa mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan penyelidikan dan meminta kehadiran pimpinan KPK untuk mengonfirmasi terkait sejumlah temuan.

“Pansus akan selalu memanggil KPK, mengundang KPK untuk kami saling bicara,” kata Agun.

Sebagai informasi, sebelumnya hingga dua kali masa sidang, Pansus Hak Angket KPK belum bisa membuat kesimpulan dan rekomendasi kepada DPR. Sebab, hingga masa kerjanya berakhir, KPK sebagai subyek dan obyek dari Pansus Angket belum bisa hadir untuk dimintai konfirmasi atas temuan-temuan Pansus.