Dua Legislator Golkar Ini Menghimbau Seluruh Kader Menjaga Soliditas Partai

solid

Polemik yang sedang berlangsung di tubuh Partai Golkar memancing pihak yang terkait bahkan publik secara umum angkat bicara. Beberapa pihak menilai jika Golkar sudah berada di ujung tanduk, ancaman yang mungkin ada adalah tidak lolosnya Golkar sebagai partai peserta Pemilu akibat kehilangan Ketua Umumnya yang ditersangkakan oleh KPK akibat kasus KTP-el.

Itu adalah resiko terburuk, akibat elektabilitas yang kian merosot tajam. Bahkan publik menjustifikasi Novanto sebagai simbol korup partai berlambang beringin ini. Namun nada optimis diungkapkan oleh para kader Partai Golkar, mereka memandang jika Golkar adalah partai besar yang sarat pengalaman, mustahil untuk ditumbangkan dengan cara seperti ini.

Agun Gunandjar Sudarsa, anggota DPR RI fraksi Golkar melalui akun twitternya menyampaikan pesan agar kader dan simpatisan Golkar tetap solid dalam menghadapi masalah ini. Karena hanya dengan soliditaslah, Golkar akan kuat.

Berikut adalah cuitan yang disampaikan Agun melalui akun @kangagun pada tanggal 22 November lalu, “Bagi para kader & simpatisan Partai Golkar, mari kita tunjukkan cara berdemokrasi yang sebenar-benarnya. Besarnya sorotan publik sebagai wujud dukungan agar Partai Golkar lebih baik lagi.”

Agun mengungkapkan dalam pesan tersirat jika sebenarnya Partai Golkar sangat disayangi oleh public. Atas dasar itu, perhatian publik sangat besar terhadap partai penguasa orde baru ini.

Hal senada juga diungkapkan oleh Yayat Biaro, anggota DPR RI Fraksi Golkar asal Banten ini menyoroti hal yang lebih taktis lagi. Golkar dengan berbagai faksinya diharapkan oleh Yayat dapat segera menemukan titik keseimbangan, agar segera menemukan langkah yang solutif bagi semua kepentingan di internal Partai Golkar.

Diungkapkan oleh Yayat Biaro melalui akun twitternya @yayatbiaro pada tanggal 21 November lalu, “Mudah-mudahan faksi-faksi di Golkar segera menemukan titik keseimbangan, untuk segera dilakukan langkah transisional.”

Yayat Biaro juga menghendaki agar Pak SN bijak menghadapi kasusnya, agar tak berimbas terlalu jauh pada partai dan menghormati hukum dengan cara menjalani proses dengan sebagaimana mestinya.

Pada tanggal 19 November 2017 lalu Yayat melakukan cuitan, “Golkar yang selama ini didera opini akrab dengan isu korupsi, bisa ditepis jika Pak SN mau mengambil langkah heroik untuk berpihak pada negara.”