Golkar Dapat Meniru Pola Perekrutan Kader Yang Dilakukan Jokowi

jokowi

Ketua DPD I Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi memandang Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dapat meniru Presiden Jokowi dalam urusan perekrutan orang kepercayaan yang berdasarkan rekomendasi. Menurutnya, DPP dapat melakukan itu jika nanti Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) jadi diselenggarakan dan akan membentuk sistem baru dalam perekrutan kader.

“Hari ini kan budaya rekomendasi juga sudah mulai hilang. Tiba-tiba ada sekumpulan nama orang yang katakan kita tidak kenal secara institusi itu siapa atau aktivis mana. Ini yang harus menjadi salah satu standar bagi Partai Golkar. Mungkin kita dapat menerapkan sistem rekomendasi seperti Pak Jokowi ketika merekrut kabinet,” ucap Dedi usai menjadi pembicara dalam acara diskusi panel kosgoro bertema Memperkokoh Soliditas Untuk Mencari Solusi Terbaik Guna Penyelamatan Partai Golkar di Sleman, Yogyakarta.

Dedi melanjutkan, bahwa harapannya kader golkar yang terpilih jangan sampai tidak teruji secara kapasitas, kompetensi dan kualitasnya. Menurut dia, penjaringan calon pengurus selama ini tanpa standarisasi dan tidak terakreditasi. Selama ini tidak terjaring dengan baik karena rekomendasi yang berjalan dilakukan secara liar. Pemberi rekomendasi pun enggan bertanggung jawab apabila yang direkomendasikan ternyata tidak sesuai harapan.

“Sebaiknya, siapa yang merekomendasikan pengurus itu dia harus mempertanggungjawabkan kapasitas dan kualitasnya,” tambah Dedi.

Dalam sistem kaderisasi partai politik di Indonesia memang masih belum jelas bagaimana sistem dan juga pola kaderisasi. Selama ini, yang dianggap memiliki kedekatan dengan orang per orang akan lebih berpotensi mendapatkan rekomendasi tanpa melihat kapasitas juga kapabilitas orang tersebut.

Kedepan, Golkar diharapkan dapat memiliki formulasi terkait sistem pengkaderan, jika memang demikian adanya, Golkar merupakan partai yang akan menjadi pioneer tentang tata pengkaderan partai politik di Indonesia.