Golkar Jabar Tak Terpengaruh Isu Nasional, Tetap Fokus Menangkan RK-Daniel

RK-Daniel Golkar

Pengamat Politik dari Unpad Muradi menilai gonjang ganjing yang terjadi di Partai Golkar terkait menguatnya dugaan keterlibatan Setya Novanto pada korupsi E-KTP bisa memberi imbas tidak langsung pada peta Pemilihan Gubernur Jawa Barat (Pilgub Jabar). Memang tidak akan memengaruhi dukungan publik pada kandidat yang diusung Golkar, tetapi bisa jadi menimbulkan faksi di internal Golkar sendiri.

“Katakanlah SN ditangkap, Ketua Golkar diganti. Ini akan memunculkan faksi baru di partai termasuk DPD Jabar,” kata Muradi kepada “PR”, Kamis, 16 November 2017.

Lewat faksi ini, soliditas Golkar terutama DPD Jawa Barat dalam mengusung kandidatnya, Ridwan Kamil-Daniel Mutaqien di Pilgub Jabar terancam akan terpecah. Tak menutup kemungkinan juga wacana lama mengenai DPD Golkar Jabar yang akan satu suara mengusung Dedi Mulyadi bisa terjadi.

“Ridwan Kamil bisa dianulir karena ruang untuk faksi yang sebelumnya mendukung Dedi akan kembali. Begitupun di DPP akan ada peluang untuk bermanuver,” kata dia.

Muradi pun menyebut kemungkinan ini juga terlihat dari sikap hati-hati Dedi Mulyadi yang kini masih menjabat Ketua DPD Golkar Jabar dalam mengambil sikap. Walaupun bisa saja dia pindah haluan ke PDIP jika memang ingin maju dalam kontestasi Pilgub Jabar kelak.

“Tapi ini kan enggak, dia melihat dinamika yang terjadi belakangan. Bisa jadi dia masih ingin maju lewat kendaraan yang membesarkannya,” ucapnya.

Sementara pernyataan tersebut dibantah sendiri oleh Dedi Mulyadi. Dedi Mulyadi menganggap jika Golkar Jabar yang berada di bawah kendalinya solid dan tidak terpengaruh isu nasional mengenai Setya Novanto. Bahkan Dedi Mulyadi enggan berbicara mengenai kemungkinan Golkar mencabut rekomendasi dukungan untuk Ridwan Kamil.

“Rekomendasi (pencalonan Pilgub Jabar) masih ke Pak Ridwan Kamil. Saya tidak akan berestimasi, tidak berangan-angan untuk cabut itu. Sampai saat ini rekomendasi masih untuk Pak Ridwan Kamil dan Daniel Muttaqien,” ujar Ketua DPD I Golkar Jabar Dedi Mulyadi di Purwakarta.

Bahkan Dedi Mulyadi menegaskan jika dirinya tidak berfokus untuk urusan Pilgub Jabar. Namun ada hal lebih besar lagi yang membutuhkan energi berbagai pihak mengenai permasalahan Golkar.

“Kepentingan kami saat ini bukan soal rekomendasi calon gubernur yang sifatnya jangka pendek, tapi ada kepentingan jangka panjang yang lebih besar yakni selamatkan Partai Golkar karena ini partai besar, pemilik suara kedua terbesar dengan kader jutaan,” ujar Dedi.