Golkar Kabupaten Cirebon Akan Keluarkan Rekomendasi Untuk H. Rakhmat

rakhmat golkar

Nama bakal calon Bupati dari Partai Golkar untuk Kabupaten Cirebon, H Rakhmat, makin di atas angin. DPP Partai Golkar mengakui jika nama Rakhmat memang disinyalir sangat berpotensi mendapatkan rekomendasi untuk maju dalam pertarungan Pilbup Cirebon 2018, hal ini ditandai dengan santernya nama Rakhmat dalam survei yang digelar oleh Partai Golkar.

Ketua DPP Partai Golkar Bidang Kerohanian, Muhammad Ali Yahya mengatakan, nama Rakhmat di DPP sudah masuk dan dirasa konkret. DPP pun belum melihat Bacabup lainnya yang juga sama-sama mendaftar melalui Partai Golkar sama signifikannya dalam perolehan elektabilitas dengan apa yang mampu dicapai Rakhmat.

“Konkret, kita belum lihat yang lain (yang surveinya tinggi seperti Rakhmat),” kata Ali Yahya, Sabtu (2/12/2017), di Hotel Grage, usai menjadi narasumber dalam diskusi publik “Menimbang Figur Ideal Pemimpin Kabupaten Cirebon”.

Menurut dia, pihaknya tidak akan dengan serta merta mengeluarkan rekomendasi tanpa memiliki pertimbangan yang matang. “Kita lihat survei Rakhmat tinggi dibandingkan yang lain. Kita lihat dan berpegangan kepada hasil survei, dan kita perkirakan rekomendasi Partai Golkar akan turun pada pertengahan Desember ini,” katanya.

Ali Yahya menambahkan, selanjutnya pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan Agun Gunanjar Sudarsa sebagai Ketua Pemenangan Pemilu Jawa I DPP Partai Golkar. “Bahwa semuanya telah melalui mekanisme yang berlaku, untuk selanjutnya saya akan laporkan kepada Pak Agun mengenai kondisi untuk Pilbup Cirebon ini,” tuturnya.

Menurutnya, kisruh pergantian Ketua Umum Setya Novanto yang kini ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena kasus e-KTP, tidak akan mengubah apapun hasil rekomendasi yang akan ditetapkan untuk Pilkada serentak 2018.

“Saya tegaskan, mekanisme di Golkar itu tidak hanya bertumpu pada ketua umum semata. Di Golkar, mekanisme organisasi berjalan. Sehingga rekomendasi tidak akan berubah karena ini ketetapan institusi, bukan perorangan. Dan untuk Kabupaten Cirebon, pertama rekomendasi memang turun saat Pak Setnov ditahan, kedua kalaupun sudah turun rekomendasi maka hasilnya tidak akan berubah. Jadi saya tegaskan lagi, penahahan Pak Setnov itu tidak berpengaruh bagi rekomendasi Golkar,” tuturnya.

Sementara itu, H Rakhmat yang juga turut hadir dalam diskusi publik ini mengatakan, justru dirinya memprediksi jika rekomendasi di Partai Golkar akan keluar pada tanggal 7 atau 8 Desember mendatang.

“Sepertinya begitu kalau melihat situasi saat ini. Sebab, Partai Golkar mau tunggu apa lagi, ketetapan sudah ada, tinggal nanti tunggu masalah terkait administrasi?” ujarnya.

Direktur Eksekutif Indobarometer Muhammad Qodari mengatakan, cabup atau cawabup Kabupaten tidak butuh kepopuleran semata.

“Sebab, percuma kalau populer tapi tidak kompeten. Sebaliknya, kalau kompeten maka dia akan terus mencari tahu bagaimana caranya populer. Memang betul popularitas itu perlu dibangun, tapi calon kepala daerah pun harus meningkatkan kompetensinya. Kasihan rakyatnya nanti kalau cabupnya tidak kompeten, misalnya mengidentifikasi masalah tidak bisa, memimpin rapat tidak bisa, eksekusi masalah tidak bisa,” katanya.