Golkar Mengadakan Rangkaian Kegiatan Indonesia Bershalawat

Indonesia Bershalawat

Ketua Umum Golkar Setya Novanto bersama rombongan berkunjung ke Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (4/11). Kedatangan mereka dalam rangka kegiatan Indonesia Bershalawat. “Alhamdulillah saya bisa silaturahim dengan para kyai dan santri serta warga dan tokoh masyarakat Probolinggo. Dari sini kita mulai kegiatan Indonesia Bershalawat sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-53 Partai Golkar,” ujar Novanto.

Turut mendampingi ketua DPR itu adalah sang istri Deisti Novanto, dan sejumlah pengurus DPP Partai Golkar, antara lain Wakil Ketua Dewan Pakar Mahyudin, Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Roem Kono, Ketua Bidang Hubungan Legislatif, Eksekutif, dan Lembaga Politik sekaligus Korwil Jawa Timur Yahya Zaini, serta Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar dari Dapil Jawa Timur Gatot Soedjito, Adies Kadir, dan Purnamasidi. Indonesia Bershalawat di Probolinggo dilaksanakan di lapangan Dringu, dan dihadiri sekitar 30.000 orang. Turut hadir Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari, Wakil Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko, Ketua DPD Golkar Jawa Timur Nyono Suharli, dan Ketua DPD Golkar Probolinggo Oka Mahendra.

Lebih jauh Novanto menjelaskan, ini adalah kali pertama dalam sejarah Golkar, peringatan ulang tahun dirayakan dengan kegiatan Indonesia Bershalawat. Setelah di Probolinggo, Indonesia Bershalawat juga akan diselenggarakan di berbagai daerah lain di Indonesia nantinya. “Indonesia Bershalawat merupakan bukti kedekatan Golkar dengan para alim ulama, kiai, dan santri serta para warga Nahdiyin. Saya menyadari, tanpa dukungan umat Islam, khususnya kalangan Nahdiyin, tidak mungkin Golkar bisa survive dan terus berkarya hingga saat ini,” kata Novanto. Golkar memang sejak dulu dikenal sebagai partai yang dekat dengan Islam, namun berfatsun politik nasional kebangsaan. Bahkan banyak kadernya yang merupakan jebolan organisasi keislaman, sebut saja Nusron Wahid yang merupakan NU tulen atau juga Wakil Presiden RI Jusuf Kalla yang merupakan mantan ketua umum organisasi keislaman HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) Cabang Makassar.

Melalui Indonesia Bershalawat, Novanto berharap Bangsa Indonesia mendapat syafaat dari Rasulullah SAW. Serta keberkahan, keselamatan, kedamaian dan senantiasa dilindungi Allah SWT. Dengan penuh rasa bahagia, Novanto juga menyampaikan bahwa Indonesia Bershalawat diadakan bukan semata karena dirinya Ketua Umum Partai Golkar. Melainkan karena dirinya juga termasuk keluarga besar Nahdlatul Ulama. “Saya juga bagian dari keluarga besar Nahdlatul Ulama. Saya mendapat kehormatan diberikan kartu tanda anggota NU (KartaNU) oleh Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siroj pada perayaan Harlah NU, Januari 2017 lalu,” kata Novanto sambil menunjukan KartaNU kepada para jamaah.

Dalam kesempatan tersebut, Novanto juga sempat menyampaikan dukungannya atas rencana pemerintahan Presiden Jokowi memberikan gelar pahlawan kepada beberapa tokoh Nahdliyin. Seperti almarhum KH Abdurrahman Wahid yang pernah menjabat Presiden Republik Indonesia periode 1999-2001. “Terakhir, saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi bahaya radikalisme yang telah merusak sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya di kalangan pemuda. Saya yakin dengan pandangan keagamaan warga Nahdiyin, Islam sebagai rahmatan lil alamin dapat menjaga bangsa kita dari perpecahan. Golkar dan NU juga punya kesamaan pandangan mengembangkan islam yang moderat,” papar Novanto. Novanto yakin, dengan mengembangkan Islam yang moderat, dapat mendorong Indonesia menjadi negara maju, makmur, damai, sejahtera lahir batin, serta berperan besar dalam percaturan internasional.

Walaupun sejak dulu Golkar dikenal dekat dengan basis masa Islam, namun acara besar yang melibatkan ribuan umat juga tidak dalam satu rangkaian baru kali ini diselenggarakan Golkar. Tampaknya, hal ini menjadi penegasan sekaligus Golkar ingin menunjukkan eksistensi pada umat Islam Indonesia.