Hasil Survey Masih Mengunggulkan Cawalkot Golkar Kota Bekasi

Pepen Golkar

Pilkada Kota Bekasi sudah mulai menunjukkan kenaikan tensi pada persaingan kompetisinya, para bakal calon terus turun ke masyarakat untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat agar mendapatkan dukungan yang potensial. Hingga saat ini, nama Rahmat Effendi masih bercokol pada favorit calon yang akan dipilih masyarakat Kota Bekasi.

Selain Rahmat Effendi, beberapa nama lain juga mulai naik ke permukaan. Pada paparan hasil survei Djakarta Political Watch (DPW), Sholihin, Ketua DPC PPP Kota Bekasi memperoleh tingkat kesukaan lebih tinggi dibandingkan politisi senior lain seperti Tumai, Mochtar Mohammad, Anim Imanudin, Sutriyono, Heri Koswara dan Lucky Hakim.

Pada survei tersebut, tingkat kesukaan (likeabilitas) Sholihin mencapai 65.7 persen jauh meninggalkan mantan walikota Bekasi dari PDIP, Mochtar Mohammad yang hanya mendapatkan 53.3 persen, Lucky Hakim 65.5 persen, Heri Koswara 54.9 persen, Anim Imanuddin 55.9 persen dan Sutriyono 57.4 persen.

“Sebagai pendatang baru, Sholihin berhasil mendapatkan tempat tersendiri di masyarakat bahkan mengalahkan Mochtar Mohammad dan Lucky Hakim yang notabene artis,” dijelaskan oleh Direktur DPW, Rahmat Hidayat.

Sementara posisi pertama untuk tingkat likeabilitas diraih oleh Ahmad Syaikhu dengan 82.5 persen dan disusul Rahmat Effendi (82.2 persen). “Rahmat Effendi dan Syaikhu bersaing tipis,” tutur Rahmat

Sementara pada tingkat popularitas, H. Sholihin nembus diangka 27.4 persen berada sedikiti di atas Siti Aisyah 24.1 persen, Tumai 20.1 persen, Anim Imanudin 18.2 persen dan Sutriyono 11.3 persen. “Posisi pertama Rahmat Effendi 90.9 persen disusul Ahmad Syaikhu 82.9 persen,” ujarnya.

Hidayat pada kesempatan tersebut juga menjelaskan, Rahmat Effendi merupakan figur yang paling banyak didukung seandainya pemilihan Walikota Bekasi dilakukan ketika survei berlangsung. Dalam uji simulasi 3 pasang calon, pasangan Rahmat Effendi-Sholihin menang telak dengan memperoleh 43,8 persen mengalahkan 2 pasangan lainnya yaitu Ahmad Syaikhu-Lucky Hakim 15.7 persen dan Mochtar Mohammad-Anim Imanudin 5.4 persen.

Jika dilakukan simulasi head to head Rahmat Effendi- Sholihin memperoleh 50,8 persen sementara Mochtar Mohammad-Lucky Hakim 10,4 persen.

“Jika menilik dari hasil survey yang ada, maka Sholihin adalah pilihan rasional dan tepat untuk menjadi pendamping Rahmat Effendi,” tuturnya.

Survei DPW ini dilakukan pada 15 – 28 November 2017 terhadap 400 responden di 12 kecamatan di Kota Bekasi. Para responden diwawancara langsung dan memperoleh tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error 5,0 persen.

Sementara itu, pada beberapa pemberitaan yang ramai di media massa. Rahmat Effendi yang akan diusung oleh Partai Golkar untuk Pilwakot Bekasi 2018 digadang-gadang akan berpasangan dengan calon yang diusung oleh PKS yakni Sutriyono. Nama Sholihin sendiri baru akhir-akhir ini muncul dan mencuat.