Infrastruktur Kerakyatan Juga Jadi Titik Fokus Pembangunan Selama 4 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basoeki Hadimoeljono memaparkan sejumlah capaian pembangunan infrastruktur yang berhasil diselesaikan pada pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Hal itu, Basoeki jelaskan dalam kuliah umum antarperguruan tinggi yang diselenggarakan oleh pendukung Presiden Jokowi, Projo, Kamis, (25/1/2018) malam.

Basoeki menjelaskan bahwa dari 150 proyek PUPR yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional, sebanyak 14 proyek telah selesai, 80 proyek telah masuk tahap pelaksanaan, 15 proyek akan dimulai pada tahun ini, 40 proyek akan dimulai pada tahun depan, dan 1 proyek akan dimulai setelah 2019.

Pembangunan bendungan yang ditargetkan mencapai 65 bendungan sampai 2019 sejauh ini telah terbangun 39 bendungan. Pembangunan tersebut menambah luas layanan irigasi waduk dari semula 761.542 hektare menjadi 859.626 hektare.

Basoeki juga menjelaskan bahwa pembangunan jalan tol yang dibiayai APBN dan non-APBN telah mencapai 332,6o kilometer dari target 1.851 kilometer sampai 2019. Capaian saat ini jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan kondisi panjang jalan tol pada 2015 yang hanya 132 kilometer.

Pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) selama 2015—2017 telah menambah kapasitas sebesar 15.962 liter per detik dari target 36.152 liter per detik sampai 2019.

Di sektor perumahan, Basoeki mengatakan bahwa pihaknya telah membangun 2.490.378 unit untuk masyarakat.

Sampai 2019, pemerintah menargetkan pembangunan jalan tol sepanjang 1.000 kilometer, pembangunan jalan baru hingga 2.650 kilometer, dan pembangunan 30 kilometer jembatan baru.

Untuk menyokong ketahanan pangan dan air, Kementerian PUPR menargetkan 65 waduk dan 1 juta hektare pembangunan irigasi baru terselesaikan pada 2019.

“Jadi, dalam 4 tahun ini, Presiden tidak hanya konsen untuk membangun infrastruktur besar, tetapi juga infrastruktur kerakyatan yang ada di Indonesia,” katanya.

 

 

Sumber : industri.bisnis.com