Kader Muda Golkar Desak Pemkot Jakarta Utara Bereskan Masalah Sampah

sampah

Salah satu kader muda Partai Golkar yang berdomisili di Jakarta Utara, Achmad Annama Chayat merasa prihatin terhadap kondisi Tempat Penampungan Sampah (TPS) sementara di Pasar Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara yang dinilai sudah menimbulkan keresahan bagi masyarakat sekitar.

“Saya hanya menyampaikan apa yang masyarakat keluhkan. TPS Pasar Bahari ini menimbulkan aroma tak sedap, isinya berantakan ke jalan sehingga mengganggu rutinitas masyarakat dan mulai mengundang penyakit, apalagi disekitar sini merupakan lingkungan yang banyak anak-anak, riskan terhadap kesehatan mereka nanti,” kata Annama

Oleh karena itu, seiring sejalan dengan keinginan masyarakat sekitar, Pengurus DPP Partai Golkar ini coba menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pihak yang berwenang dan mendesak Suku Dinas Kebersihan Jakarta Utara untuk dapat segera menindaklanjuti keluhan masyarakat di sekitar TPS Pasar Bahari untuk segera mengangkut tumpukan sampah di TPS Pasar Bahari tersebut.

“Sesuai aspirasi yang kami tangkap, kondisi memprihatinkan ini sudah berlangsung berbulan-bulan. Pemerintah Kota Jakarta Utara harus segera mencarikan solusinya. Gercep! Gerak Cepat!” ujar Annama.

Tenaga Ahli Wakil Ketua MPR ini juga menambahkan, sudah selayaknya Suku Dinas Kebersihan segera memperbaiki TPS Pasar Bahari, agar hal ini tidak terjadi secara berulang, masyarakat butuh solusi agar bagaimana lingkungan tetap dalam kondisi asri. Apalagi jika Kotamadya Jakarta Utara menargetkan meraih Piala Adipura tahun ini, sementara di lingkungan warga masih terdapat pemandangan yang kontradiktif terhadap kebersihan.

Sementara hingga saat ini pemerintah masih belum memiliki solusi. Ketika ada keluhan baru dibereskan, kejadian ini berulang terus menerus dan seolah memang dibiarkan seperti itu.

“Sebenarnya simpel, tinggal dibuatkan tembok yang kokoh dan lebih tinggi. Atau sediakan container baru yang mampu menampung volume sampah lebih banyak sehingga tidak berceceran kemana-mana. Lalu yang terpenting, rutin diangkat” pungkas Annama.

Bagi Annama yang mengetahui betul kondisi sekitar, solusi dibuatkannya tembok pembatas dan cepat tanggapnya petugas kebersihan terhadap volume sampah yang seringkali melimpah sehingga berceceran adalah solusi jangka menengah yang dapat menyelamatkan warga dari kondisi sekarang.

Kepala Pasar Bahari, Ruskendi ketika dikonfirmasi mengakui melimpahnya sampah yang ada di TPS Pasar Bahari. Ruskendi mengakui sudah melaporkan kondisi ini ke Suku Dinas Kebersihan untuk segera ditangani lebih lanjut. Ia juga menyebutkan sudah pernah memperbaiki TPS tersebut namun kembali rusak.