Kekecewaan DPD Golkar Bogor Akhirnya Cair Setelah Bertemu Dengan Bima Dan Dedie

Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto-Dedie Rachim sambangi DPD Partai Golkar Kota Bogor untuk meminta restu. Secara resmi DPP Golkar telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) rekomendasi yang menetapkan Bima dan Dedie untuk maju di Pilwalkot Bogor.

“Secara simbolis SK rekomendasi dari DPP Partai Golkar saya serahkan ke DPD Golkar Kota Bogor,” ucap Bima, di Kantor DPD Golkar Kota Bogor, Jalan Cikuray, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Senin (8/1)

Pada kesempatan itu juga, Bima Arya mengucapkan terimakasih kepada Partai Golkar Kota Bogor yang telah mendukung dirinya bersama Dedie menjadi calon kepala daerah Kota Bogor.

Bima pun mengungkapkan, mendapat kehormatan dari kader Golkar yang memberikan sambutan begitu meriah di kantor DPP Golkar Bogor.

Bima juga membeberkan, rasa bersalahnya karena belum menyempatkan diri untuk sowan ke DPD Golkar Kota Bogor, pasca keluarnya SK rekomendasi dari DPP Golkar.

“Saya minta maaf jika ada kesalahan dalam berkomunikasi terhadap Partai Golkar beberapa waktu lalu,” pungkasnya.

Sebelumnya Ketua DPD Partai Golkar mengaku kecewa terhadap Bima dan Dedie yang belum mengkomfirmasi diri, dikarenakan sudah menerima SK dari DPP Partai Golkar.

Tagor juga membeberkan, manuver apapun yang dilakukan oleh Bima Arya sebenarnya sah-sah saja. Akan tetapi menurutnya, etika tetap harus dipakai dalam berpolitik dan bersikap dalam hal apapun.

Lanjut dia, seharusnya SK rekomendasi dari DPP itu segera dilaporkan oleh pasangan calon kepada DPD Golkar Kota Bogor. Sebab SK rekomendasi itu nantinya yang mendaftarkan ke KPU adalah partai.

“Kami belum mendapatkan pelimpahan SK rekomendasi dari DPP itu, karena SK rekomendasinya dibawa oleh Bima. Bukti fisiknya saja kami belum melihat, dan harusnya Bima segera menyerahkan ke DPD,” ujarnya.

Senada, Sekretaris DPD Golkar Kota Bogor, Heri Cahyono menyayangkan sikap Bima yang notabene kader Partai Amanat Nasional itu.

“Seharusnya yang bersangkutan (Bima) merapat ke DPD Golkar Kota Bogor, untuk merumuskan dan mengadakan rapat bersama,” ujarnya.

Heri menjelaskan, berdasarkan instruksi dari DPD Golkar Jawa Barat, pasangan Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi akan daftar ke KPU dilanjutkan deklarasi di Pilgub Jabar pada hari Selasa (9/1/2018) mendatang. Sedangkan sampai saat calon yang diusung DPP Golkar belum melaporkan apapun ke DPD Golkar Kota Bogor.

“Ini yang aneh dan lucu.Seharusnya menyangkut hal-hal teknis bisa dibicarakan oleh Bima dengan kami, Partai Golkar sebagai partai pengusungnya,” tandasnya.

Masih kata Heri, dengan adanya keputusan DPP Golkar yang mengusung Bima dan Dedie, seluruh jajaran Golkar di Kota Bogor akan fatsun dan siap bekerja memenangkan Pilwalkot.

“Kami semuanya fatsun dan siap bekerja, tetapi semua ada mekanisme dan aturan serta tahapan yang harus dilakukan. Jadi harus ada etika politiknya, bukan sekadar bermain di pusat, sehingga daerah ditinggalkan begitu saja,” tuntasnya.

 

Sumber : Akurat