Ketua DPD Golkar Banten: Mari Kita Cari Solusi Bersama Tangani Sekolah Rusak

ratutatugolkar

Ketua DPD 1 Golkar Banten yang sekaligus menjadi Bupati Serang, Hj Ratu Tatu Chasanah, menuding adanya upaya pembunuhuan karakter terhadap dia, tentang pemberitaan kondisi sekolah rusak di Kabupaten Serang oleh salah satu media online Ibukota.

“Ada upaya pembunuhan karakter terhadap diri saya, berkaitan dengan pemberitaan berulang-ulang di media online tertentu,” ujar Tatu Chasanah.

Memang diakui oleh Ratu Tatu, sekarang masih terdapat 1.000-an ruang kelas SD yang butuh renovasi di Kabupaten Serang, apalagi jika mengingat kondisi APBD Kabupaten Serang yang serba terbatas.

”Saya sudah memaparkan kondisi Kabupaten Serang kepada Gubernur, termasuk persoalan jalan rusak yang mencapai mencapai 480 kilometer dan adanya 1.000 kilometer jalan desa yang juga masih rusak. Itulah alasan Pemkab Serang memohon bantuan dana dari provinsi yang jumlahnya agak besar,” klarifikasi Tatu.

Sementara itu, Gubernur Banten Wahidin Halim juga sempat mengunjungi sekolah rusak di SD Negeri Sadah, di Desa Kaserangan, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, usai menjadi pembina upacara peringatan Hari Korpri di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Serang.

WH pun mengakui masih banyak sekolah yang rusak di Kabupaten Serang. Atas sebab itu, WH menyampaikan butuh kerjasama berbagai pihak untuk selesaikan persoalan sekolah rusak di daerah-daerah ini.

“Zaman sekolah saya tahun 60an belajar di tempat yang seperti ini,” ujar WH.

Gubernur berjanji akan segera membangun sekolah tersebut dengan berkoordinasi bekerjasama dengan Pemkab Serang.

“Melihat keadaan seperti ini saya sangat prihatin karena hal ini menyangkut pendidikan, bagi saya masalah pendidikan adalah panggilan jiwa, saya tidak mau anak-anak Banten merasakan bangunan sekolah yang kurang memadai,” katanya.

Masalah sekolah rusak di Banten adalah masalah yang harus diselesaikan oleh kerjasama berbagai pihak. Termasuk stakeholder yang ada. Sehingga jika ada berita-berita menyudutkan Ratu Tatu Chasanah sebagai pemangku jabatan di Kabupaten Serang, hal tersebut dirasa tendensius dan cenderung memiliki konten yang subjektif.