Koalisi Masyarakat Sipil Sebut Agus Gumiwang Paling Tepat Isi Kekosongan Bangku Ketua DPR

Koalisi masyarakat sipil membuat pernyataan soal kriteria figur yang cocok sebagai ketua DPR baru pengganti Setya Novanto. Salah satu aktivis yang tergabung dari koalisi sipil itu Jerry Sumampouw menyebut Agus Gumiwang adalah sosok paling tepat mengisi pucuk pimpinan wakil rakyat.

“Ya memang catatan kita di publik itu yang relatif minim itu keterlibatan tentang korupsi itu Agus Gumiwang ya,” kata Jerry di D’hotel, Jl Sultan Agung, Jakarta Selatan, Selasa (02/01).

“Orang seperti ini lebih mendingan lah daripada dua nama lain ya,” tambahnya.

Sebab, kata Jerry, sosok Agus Gumiwang dinilai paling sesuai dengan harapan publik. Beda dengan calon ketua DPR lainnya yang sering tersorot pemberitaan di media massa yang dipandang melemahkan upaya pemberantasan korupsi.

“Kalau tiga nama itu disodorkan yang paling menonjol berdasarkan dari kriteria kita ini adalah Agus Gumiwang Kartasasmita. Ini kita objektif melakukan penilaian ya. Karena dari tracking ke media saja sudah bisa kita lihat Bambang Soesatyo dan Azis Syamsudin ini seperti apa,” ujarnya.

Walau dari sisi rekam jejak sosok Agus Gumiwang jarang tersorot dalam kasus korupsi, Jerry menilai bahwa figur tersebut juga harus memiliki gebrakan dalam upaya pemberantasan korupsi.

“Tapi belum tentu jaminan, karena kita enggak pernah tahu apa opininya tentang pemberantasan korupsi, apa yang dia pikirkan tentang KPK, apakah KPK bagi dia masih tetap diperlukan atau seperti apa,” ujarnya.

“Tapi sebagai seorang anggota DPR misalnya apa yang dia lakukan dalam konteks pemberantasan korupsi itu harus penting dilihat,” pungkas Koordinator Komite Pemilih Indonesia itu.

Adapun kriteria ketua DPR yang diharapkan oleh koalisi masyarakat sipil itu antara lain :

– Tidak memiliki rekam jejak dipidana dalam kasus yang bersifat amoral khususnya korupsi.

– Tidak potensial akan dipersoalkan secara hukum, khususnya berkaitan dengan angket KPK.

– Bukan merupakan pendukung pansus KPK, apalagi menjadi salah satu motor lahirnya angket KPK.

– Memiliki pandangan dan sikap yang sepenuhnya mendukung upaya pemberantasan korupsi, salah satunya dengan tidak mendukung pelemahan KPK dengan berbagai cara dan versinya.

– Memiliki kemampuan mendengar dan memiliki kelapangan hati dalam menerima kritik.

 

Sumber : Merdeka