Legislator Golkar Asal Banten Ungkap 2 Skenario Pergantian Ketua DPR

ace hasan syadzily

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar yang juga merupakan anggota legislative DPR RI Fraksi Golkar, Ace Hasan Syadzily mengatakan, partainya akan melakukan konsolidasi internal untuk menentukan pengganti Setya Novanto sebagai ketua DPR.

Hal tersebut menyusul status Setya Novanto yang kini telah menjadi tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi setelah kembali terjerat kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.

“Pertama bahwa Golkar harus melakukan konsolidasi politik dulu pasca penetapan SN sebagai tersangka. Tujuannya adalah bagaimana DPP (Dewan Pimpinan Pusat) Partai Golkar segera ambil sikap apakah perlu atau tidak dilakukan penonaktifan sementara ketua umum,” jelas Ace saat dihubungi pada Senin.

Ia melanjutkan, setelah diadakan konsolidasi, pihaknya baru bisa membicarakan langkah politik ke depan, seperti pergantian ketua DPR yang memang menjadi jatah Golkar di tingkatan legislatif.

Hal itu, sambung Ace, harus dibahas dalam rapat internal DPP Golkar.

Ia mengatakan, ada dua kemungkinan yang akan terjadi. Pertama, pembahasan pergantian ketua DPR dilakukan tanpa adanya ketua umum definitif setelah Setya Novanto dinonaktifkan.

Artinya, Golkar akan menunjuk pelaksana tugas (PLT) terlebih dahulu dan langsung dilakukan pembahasan mengenai mekanisme dan siapa yang akan gantikan SN sebagai ketua DPR.

Kedua, pembahasan pergantian ketua DPR dilakukan setelah ketua umum definitif terpilih melalui musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) jika memang itu dimungkinkan untuk digelar.

Jika nantinya yang dipilih adalah opsi kedua, Ace mengatakan, bisa saja ada penunjukan pelaksana tugas ketua DPR sementara hingga Golkar selesai memilih ketua umum definitif dan menentukan siapa ketua DPR pengganti Setya Novanto.

“Kalau dalam pandangan pribadi saya, karena ini menyangkut lembaga seperti DPR yang mewakili rakyat, sebaiknya kami menentukan ketua DPR itu figur yang sama sekali tidak tersangkut kontroversi apalagi persoalan hukum. Intinya harus bersih, tidak pernah terkontaminasi dengan isu korupsi,” katanya.