Legislator Golkar Ini Sebut Banten Harus Siap Hadapi Ledakan Penduduk

yayat biaro golkar

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Golkar, Yayat Biaro meminta agar Pemprov Banten mewaspadai akibat dari ledakan penduduk di Provinsi Banten. Pada kesempatan tersebut Yayat Biaro menjelaskan mengenai resiko atau dampak dari ledakan penduduk suatu daerah dan daerah tersebut tidak siap antisipasi dampak buruknya.

“Jika mengacu pada pertumbuhan atau perkembangan penduduk, idealnya laju perkembangan penduduk di Indonesia 0,5 persen, sementara Banten pada tahun 2016 sudah sampai angka 2,07 persen,” ujarnya usai menjadi narasumber Sosialisasi Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Kreatif.

Menurut Yayat, laju pertumbuhan penduduk yang tinggi jika tidak diimbangi dengan berbagai kesiapan layanan sosial, infrastruktur dan ekonomi akan berdampak pada munculnya persoalan sosial lebih jauh akan berdampak buruk pada kesejahteraan masyarakat.

“Salah satunya kebutuhan lapangan pekerjaan, sementara tingkat pengangguran saat ini saja masih tinggi, jika ada pertambahan penduduk dan kita tidak siap terhadap itu, maka bagaimana cara mencari kerja?,” tambahnya.

Yayat Biaro juga mengatakan, pada tahun 2030-2035, Indonesia akan mengalami bonus demografis, dimana jumlah penduduk produktif lebih banyak dibandingkan usia tidak produktif. Sehingga, kebutuhan lapangan pekerjaan akan semakin meningkat. Lalu jika tidak ada lapangan pekerjaan atau tidak sesuai antara supply and demand dalam kesempatan kerja, maka akan timbul masalah.

“Jika peluang bonus demografi tidak berhasil, maka tingkat kemiskinan di Banten akan meningkat, itu rasionalisasinya,” tambahnya.

Ditegaskannya, Pemprov Banten harus semakin serius mensukseskan program keluarga berencana, karena melalui KB, kualitas sumber daya manusia di Banten diyakininya bisa meningkat. Dan kita bisa mengantisipasi sejak dini dampak buruk dari ledakan penduduk.

“KB itu tidak sebatas membatasi jumlah anak, tapi juga fokus pada meningkatnya ketahanan keluarga dan kualitas sumber daya manusia,” terangnya.

Dengan tingkat pendidikan dan kesehatan yang baik, tambah Yayat, angkatan kerja usia produktif di Banten juga akan meningkat. Hal tersebut terjadi karena konsentrasi pembangunan manusia akan berfokus pada masyarakat, jika terjadi ledakan penduduk maka konsentrasi pembangunan manusia akan terpecah.

“Sehingga, meski akan terjadi bonus demografi, angkatan kerja kita mereka yang memiliki kualitas sesuai yang dibutuhkan dunia industri,” tukasnya.