Legislator Golkar Jabar Mengkoordinir Bantuan Untuk Pengungsi Erupsi Gunung Agung

Deding Ishak Golkar

Beberapa hari lalu telah terjadi bencana di Provinsi Bali, bencana akibat erupsi Gunung Agung tersebut membuat penduduk sekitar daerah terdampak bencana mengungsi. Dalam pengungsian, penduduk sangat membutuhkan bantuan karena sebagian besar merupakan perempuan dan anak-anak yang rentan terserang penyakit.

Untuk itu, Komisi VIII DPR RI menyerahkan bantuan yang dibutuhkan penduduk berupa generator, matras, selimut, masker dan kebutuhan lainnya untuk masyarakat pengungsi di Posko Rawan Tanggap Bencana Erupsi Gunung Agung, Desa Antiga, Kabupaten Karangasem, Bali.

Penyampaian bantuan itu dikoordinir oleh Anggota Komisi VIII Fraksi Partai Golkar yang berasal dari daerah pemilihan Jawa Barat III, Deding Ishak. Baginya, hal tersebut merupakan tanggung jawab kemanusiaan, di luar dari kewajibannya sebagai legislator di DPR RI.

“Kami menyampaikan keprihatinan terjadinya bencana yang menimpa masyarakat Bali, khususnya Karangasem,” dijelaskan Anggota Komisi VIII Fraksi Golkar, Deding Ishak, saat memimpin Kunjungan Spesifik Bencana Gunung Agung, di Karangasem, Bali.

Selain menyerahkan bantuan bagi pengungsi, Tim Komisi VIII juga mengunjungi Pos Hunian Sementara Pengungsi Bencana Gunung Agung di Suweca Pura Kabupaten Klungkung dan Posko Komando Penanganan Darurat Bencana Peningkatan Aktivitas Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, yang diterima dan berdiskusi secara langsung dengan Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa, Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Wisnu Wijaya, dan Dandim Karangasem Letkol Inf. Benny Rahadian.

Pada kesempatan tersebut, Deding Ishak juga menyampaikan apresiasinya kepada berbagai pihak yang telah hadir dan turut membantu segala keperluan pengungsi. Bagi dirinya, apa yang diberikan oleh Komisi VIII DPR RI ini merupakan kewajiban sebagai wakil rakyat kala rakyatnya sedang dirundung kesulitan.

“Kami cukup bangga, salut dan menyampaikan apresiasi kepada semua pihak khususnya BNPB yang bersama Pemerintah Provinsi Bali, Kabupaten Karangasem, Kabupaten Klungkung, TNI (Tentara Nasional Indonesia), Polri (Kepolisian Republik Indonesia) dan masyarakat,” ujarnya.