Legislator Perempuan Asal Golkar Protes Keras Seminar Soal Cara Dapat 4 Istri

wenny

Seminar ‘Cara Kilat Mendapatkan 4 Istri’ yang akan diselenggarakan Dauroh Poligami Indonesia mendapat protes keras dari berbagai kalangan. Wenny Haryanto, Anggota Komisi VIII Fraksi Partai Golkar yang membidangi urusan agama dan perempuan meminta Kemenag memantau juga mengawasi seminar tersebut.

“Saya kok tidak bisa membayangkan apa kira-kira yang akan dipresentasikan di seminar tersebut. UU no 1 tahun 1974 itu kan menyebutkan persyaratan untuk poligami harus ada dapat izin dari istri pertama, berdasarkan agama harus adil juga, selama manusia masih jadi manusia belum jadi nabi bagaimana bisa berbuat adil, dua orang saja belum tentu adil, apalagi empat orang,” tegas Wenny Haryanto menanggapi adanya seminar tersebut.

Wenny yang juga merupakan legislator Golkar asal Kota Bekasi, Jawa Barat, ini juga menyatakan dampak apabila poligami tidak dilakukan tanpa izin istri pertama maka dapat dibatalkan.

“Kalau misalnya poligaminya diam-diam tanpa izin dari isteri pertama, artinya itu melawan undang-undang kan, misalnya itu pernikahan resmi tapi tidak dapat izin dari istri pertama maka pernikahan itu bisa dibatalkan. Jadi tidak sah menurut UU. Persyaratan poligami itu tidak semudah itu. Itu di UU no 1 tahun 1974 misal istrinya tidak dapat menghasilkan keturunan, dia mengalami kecacatan tetap sehingga tidak bisa melayani suaminya dalam hubungan seks. Jadi tidak semudah itu, lalu apa yang mau dibahas dalam seminar itu???,” ungkapnya.

Dalam seminar itu, para calon peserta diminta untuk membayar uang Rp 3,5 juta. Wenny juga kemudian mempertanyakan maksud dari panitia acara menyebarkan seminar poligami itu secara luas kepada khalayak.

“Makanya kalau orang mau ikut mungkin dia penasaran saja, poligami itu kan memang pada dasarnya diperbolehkan secara agama, namun tetap ada syarat-syaratnya. Kalau diperbolehkan oleh islam apakah harus disebarluaskan seperti itu?? Itu nanti dampaknya malah memperburuk citra Islam, masa wanita seperti dijadikan objek seksual aja, jadi begitu rendah citranya, kesannya perempuan itu kok murah banget gitu, jadi kaya binatang saja bisa diperjual belikan,” tegas Wenny memprotes keras acara tersebut.

Wenny mengimbau kepada Majelis Ulama Indonesia, Kementerian Agama dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) untuk mengawasi seminar tersebut. Jika terdapat pembahasan yang melenceng dari ajaran agama maka dapat ditindak penyelenggara yang mengadakan seminar itu.

“Jadi kalau menurut saya ini enggak pantes untuk dibiarkan, ini sangat menurunkan harkat perempuan, ini harus dicegah. Saya kira MUI, Kementerian PPA, Kemenag itu harus turun tangan untuk mencegah. Ini nggak bisa didiamkan, jadi ini menurunkan citra perempuan percuma saja di Komisi VIII ada mitra kita Kemeterian PPA kalau perempuan hanya diperlakukan seperti ini,” kata politikus Golkar itu.

Sebelumnya diberitakan, undangan seminar ‘Cara Kilat Mendapatkan 4 Istri’ beredar di grup WhatsApp. Peserta pria yang akan ikut seminar diharuskan investasi hingga Rp 5 juta.

Acara tersebut diselenggarakan Dauroh Poligami Indonesia. Yang dimaksud investasi, para peserta pria diwajibkan membayar uang sejumlah Rp 3,5 juta sebelum acara pada tanggal 20 November-1 Desember. Jika membayar pada hari H yakni 3 Desember, maka peserta membayar Rp 5 juta bila masih ada kuota tersisa.
Disadur Dari DetikCom