Mahyudin Dukung Aziz Syamsudin Maju Caketum Golkar

Mahyudin

Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar yang juga Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin siap untuk mendukung Aziz Syamsuddin menjadi Calon Ketua Umum (Caketum) di Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar 2017 ini. Munaslub sendiri diproyeksikan akan digelar pada minggu ke-3 atau ke-4 bulan Desember ini.

“Jika Munaslub jadi dilaksanakan, dan Aziz maju mencalonkan diri sebagai salah satu Caketum Partai Golkar, maka saya akan jadi orang pertama yang mendukungnya. Tolong dicatat,” ditegaskan oleh mantan Bupati Kutai Timur ini.

Menurut Mahyudin, sebagai sesama kader muda Partai Golkar, sudah menjadi keharusan bagi dirinya untuk mendorong regenerasi dan kepemimpinan baru yang lebih segar. Sekedar informasi jika Aziz Syamsudin masih berusia di bawah 50 tahun, sebagai kader partai, dirinya masih dikatakan cukup muda.

“Saya dan Aziz sama-sama 47 tahun, sama-sama generasi muda Golkar. Wajar untuk saling dukung, saling bantu. Apalagi partai ini butuh penyegaran kepemimpinan untuk dapat memahami pemilih pemula, anak-anak zaman now,” kata legislator DPR asal dapil Kaltim-Kaltara ini.

Keputusan Mahyudin bukan merupakan keputusan yang sembarangan dan asal-asalan, Aziz dianggapnya cukup matang dan kompeten untuk menduduki kursi Ketua Umum Partai Golkar. Pasalnya Aziz Syamsudin merupakan salah satu kader yang dianggap mumpuni jika dikaji dari segala lini.

“Sama seperti saya, Aziz itu bukan kader kemarin sore, bukan kader karbitan. Tapi sudah meniti karir politik dari bawah. Beberapa kali duduk di DPR, menjadi ketua komisi di DPR RI, kini jadi Ketua Badan Anggaran DPR. Kurang apalagi?” Puji Wakil Ketua MPR ini.

Terlebih kemarin, pada hari Senin (11/12/17), ada gerakan dari mayoritas anggota Fraksi Partai Golkar (FPG) untuk menggalang tanda tangan penolakan Aziz Syamsuddin sebagai Ketua DPR RI. Padahal pengajuan Aziz Syamsudin sebagai Ketua DPR RI dianggap sah karena merupakan keputusan dari Ketua Umum Partai Golkar dan terdapat pula tanda tangan Ketua Dewan Pembina DPP Partai Golkar.

“Saya tak habis pikir, kenapa kawan-kawan di FPG justru menolak Aziz? Penunjukannya sebagai Ketua DPR itu hak prerogatif Novanto sebagai Ketua Umum Partai Golkar. Semua prosedur administrasi juga telah ditempuh, apa yang salah? Aziz sudah didzalimi! Sebagai bentuk empati dan solidaritas, saya ada di pihak Aziz Syamsuddin” Mahyudin menegaskan posisi dirinya.

Seperti diketahui, hari ini Aziz Syamsuddin menyatakan dirinya siap untuk maju bertarung memperebutkan kursi Ketua Umum Partai Golkar pada Munaslub 2017 pasca ditolak menjadi Ketua DPR.

“Karena ditolak (jadi Ketua DPR), ya kita putuskan maju (Caketum Golkar). Bismillah” ujar Aziz Syamsuddin.