Makna Hari Pahlawan Bagi Nurul Arifin Cawalkot Golkar Kota Bandung

Nurul Golkar

Saat memasuki bulan November, kita pasti akan selalu teringat mengenai kalimat yang sangat bermakna, yaitu: “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya.” Akhir-akhir ini, tidak sedikit tokoh masyarakat hingga para pemimpin negeri yang mengingatkan kita akan pentingnya persatuan dan kesatuan Indonesia sebagai sebuah bangsa dan Negara.

Sementara itu, dinamika politik seringkali menjadi bibit permasalahan yang ujungnya dapat memecah belah kesatuan dan persatuan bangsa.

Maka dari itu, perlu adanya kesadaran secara massif dan ingatan terus menerus, bahwa Indonesia lahir dari sebuah pergulatan pemikiran dan perjuangan para pahlawan yang telah mendahului kita semua, dan itu berada dalam fase yang tidak sebentar.

Para pahlawan nasional terus berjuang demi kemerdekaan dan persatuan bangsa ini dan mereka tak pernah berfikir jika kelak di masa depan nama mereka dijadikan simbol kepahlawanan bagi bangsa ini. Pusara mereka harum namanya, nama mereka bahkan ada dalam bingkai aksara yang abadi.

Penting bagi kita generasi muda, generasi penerus perjuangan bangsa untuk selalu menghidupkan semangat kepahlawanan dan persatuan dalam benak, sikap maupun perilaku sehari-hari.

Mari hidup dalam perbedaan dengan harmonis, karena perbedaan adalah hakikat dan keharmonisan adalah sesuatu yang harus kita usahakan bersama.
Bangsa kita sangat majemuk dan multikultural. Ini adalah modal utama untuk menjadi kekuatan sekaligus pengikat sebuah komitmen kebangsaan.

Pahlawan itu layaknya seorang ibu, yang menginginkan keluarga besarnya dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) rukun, bersatu dan bahu membahu membangun untuk Negeri.

Selamat Hari Pahlawan.
Perkokoh Persatuan bangsa dan negara.

Nurul Qomariah Arifin