Membangun Koalisi Yang Kuat, Cawalkot Golkar Kota Bandung Masih Membuka Kemungkinan Partai Lain Gabung

Demokrat-Golkar

Meski sudah memiliki tiket dari Partai Golkar dan Demokrat, Nurul Arifin masih ingin mendapatkan dukungan dari partai lain, hal ini disinyalir karena Nurul ingin menguatkan basis dukungan terhadapnya. Pertanyaannya partai apa yang ditargetkan oleh politikus dari Partai Golkar tersebut?

“Partai apapun bagi saya bukan masalah. Karena saya tidak ada resistensi terhadap partai mana pun,” ujar Nurul. Artinya, perempuan yang pernah menjadi aktris era 90an ini menginginkan tambahan partai koalisi tanpa membedakan klasifikasi partai yang mendukungnya. Entah itu dukungan dari partai berideologi nasionalis atau agamis.

Nurul mengatakan, selama visi, misi dan garis perjuangan partai tersebut sejalan dengan apa yang ia ingin jalankan di Kota Bandung, dirinya akan menerima secara terbuka dukungan tersebut.

“Kecuali kalau partai tersebut sudah terlanjur resistensi terhadap saya ya. Karena menurut saya pribadi, tidak ada lagi pembedaan entitas kultur agama, ideologi dan sebagainya,” jelas Nurul.

Nurul Arifin bersama Chairul Yaqin Hidayat atau yang akrab disapa Ruli Hidayat merupakan pasangan calon pertama yang mendapatkan tiket menuju Pilwalkot Bandung 2018. Pasangan ini diusung Partai Golkar dan Partai Demokrat.

Gabungan kursi kedua partai itu di DPRD Kota Bandung telah mencukupi untuk memajukan satu pasangan calon. Perolehan kursi dari kedua partai tersebut mencapai 12 kursi, diatas syarat minimal pencalonan yang berjumlah 10 kursi.

Hingga hari ini, Nurul juga masih mengusahakan koalisi dengan partai poros tengah yang memiliki basis kekuatan kultural seperti PKB dan PPP. Apalagi jika mengingat bahwa koalisi di Pilgub Jabar juga merupakan paket dari koalisi Golkar, PKB, PPP dan Nasdem.