Mengintip Besarnya Animo Dukungan Masyarakat Kota Bekasi Kepada Rahmat Effendi Dan Tri Adhianto

PASANGAN calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wakil Wali Kota Bekasi yaitu Rahmat Effendi-Tri Adhianto Tjahyono saat ini menjadi tokoh sentral warga Kota Bekasi.

Wajar, keduanya sudah mengenal asam garam di Kota Bekasi ketimbang lawannya yaitu, Nur Supriyanto-Adhy Firdaus Saady. Meskipun Nur berdomisili di Kota Bekasi dan Adhy sebagai putra daerah.

Rahmat-Tri bisa dibilang mendapat keuntungan besar bisa bertarung dalam pesta demokrasi di Kota Bekasi 2018. Betapa tidak, ia sudah mendapatkan aspirasi masyarakat banyak mengenai kekurangan pembangunan di wilayah setempat.

Hasil penelusuran Gobekasi di sejumlah wilayah, paslon nomor urut satu ini mendapatkan animo yang besar dari masyarakat. Hal ini menjadi pekerjaan rumah (PR) paslon nomor urut dua yaitu, Nur-Adhy.

Kebanyakan, masyarakat merasakan betul hasil daripada pembangunan yang dilakukan oleh Rahmat Effendi ketika bersanding dengan Ahmad Syaikhu selama lima tahun sebagai kepala daerah yang mana ada campur tangan Tri Adhianto, sang birokrat.

“Kemajuan Kota Bekasi saat ini sudah berangsur sangat baik, mulai dari tatanan kota dan problem banjir. Semuanya hampir selesai secara bertahap,” kata Yeni (30) warga di Jalan Kusuma Selatan, Duren Jaya, Bekasi Timur, Senin (26/2/2018).

Sutrisno (49), warga RT 06/10 Mustikasari, Mustikajaya, merasa terbantu dengan kebijakan Pemerintah Kota Bekasi dimana Rahmat sebagai walikota definitif saat itu.

“Ada KS-NIK (Kartu Sehat berbasis Nomor Induk Kependudukan). Selain pendidikan yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, kesehatan adalah hal kedua yang harus diperhatikan pemerintah daerah,” tutur dia.

Lain halnya dengan Wisma Setiawan (28) warga RT 03/17, Teluk Pucung, Bekasi Utara. Ia menyebut jika Rahmat sangat mengedepankan ideologi pancasila.

“Salah satunya adalah dapat menyatukan sesama umat beragama, tidak seharusnya ada perseteruan antar umat seperti yang pernah terjadi beberapa waktu lalu,” kata dia.

Untuk menguatkan paslon Rahmat-Tri di akar rumput. Ketua Tim Sukses, Sholihin, mengaku sudah memetakan posko kemenangan ditingkat kecamatan dan kelurahan se-Kota Bekasi.

Posko itu menjadi pusat distribusi rencana strategi kemenangan dalam Pilkada Kota Bekasi 27 Juni 2018 mendatang.

Menurutnya, pendirian posko di tingkat bawah sangat krusial. Sebab, keberadaan posko itu akan berimbas pada kekuatan internal tim pemenangan di tingkat akar rumput.

Dia mengatakan, perluasa posko itu tak sekedar dari unsur tim pemenangan yang berasal dari partai gabungan.

Namun demikian, setiap anggota fraksi dari partai gabungan juga diintruksikan mendirikan posko kemenangan. Hal tersebut agar bisa mengamankan potensi suara di masing-masing daerah pemilih (dapil) legislator.

“Masing-masing anggota fraksi DPRD yang tergabung dalam tim pemenangan juga sudah kami intruksikan,” bebernya.

Koordinator posko di masing-masing wilayah rencana akan menunjukan pimpinan kecamatan (PK) partai. Klasifikasi tersebut cukup ideal lantaran dinilai telah memiliki basis massa.

“Nanti PK juga akan bersinergi dengan posko kemenangan tingkat pusat,” ujar Sholihin.

Menurutnya, setiap posko akan diisi oleh berbagai kader dari partai gabungan, termasuk simpatisan non partai yang notabene sebagai bagian dari masyarakat.

Hal ini dilakukan sebagai langkah keterbukaan posko terhadap masyarakat yang ingin bergabung dalam tim pemenangan Rahmat-Tri.

“Posko terbuka bagi masyarakat yang membantu kemenangan Rahmat dan Tri,” tandasnya.

 

Sumber : pojoksatu.id