Menjelang Pilwalkot, Golkar Kota Bogor Terus Panaskan Mesin Politik

Tauhid Golkar

Partai Golkar Kota Bogor masih terus memanaskan mesin politiknya jelang pemilihan walikota dan wakil walikota Bogor periode 2018-2023. Target partai yang populer dengan lambang beringin adalah meraih kemenangan di pilkada, pemilu dan pilpres. Untuk itu, Pilwalkot Bogor 2018 menjadi momentum melakukan konsolidasi kader dan sayap partai secara besar-besaran.

Menurut bakal calon Walikota Bogor yang kelak diusung dari Partai Golkar itu, segala kemungkinan di pilkada serentak nanti bisa terjadi. Karena semua kontestan memiliki peluang yang sama, baik kalah ataupun menang. Yang terpenting, menurut dia, bagaimana kesiapan mesin politik dalam menghadapai hajatan demokrasi lima tahunan tersebut. Apakah akan terus melaju atau mogok di tengah jalan.

“Kami terus melakukan konsolidasi internal. Selain menjaga silaturrahmi, rapat konsolidasi untuk mengokohkan potensi kekuatan di struktural dan sayap partai untuk suksesi pilkada, pileg dan pilpres,” Ketua DPD Partai Golkar Kota Bogor, Tauhid J. Tagor usai menggelar rapat pleno di Sekretariat Golkar, Jalan Cikuray no 13, Kota Bogor.

“Kepastian pemenang itu setelah dilakukan pencoblosan pada 27 juni 2018. Menang dan kalah itu hanya Tuhan Sang Maha Kuasa yang tahu. Yang terpenting kami sudah siapkan secara penuh strategi dan amunisi,” tegas Tagor.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Golkar Kota Bogor, Moch Rusli Prihatevy mengatakan, selain merapatkan barisan internal, para kader partai saat ini terus berkarya nyata di masyarakat. Hal itu untuk mensosialisasikan nama Tauhid J. Tagor sebagai Balon Walikota Bogor yang akan di usung Partai Golkar.  “Kami terus terjun ke masyarakat, berkarya dan melayani, sekaligus mengenalkan ketua sebagai calon wali kota,” Cawalkot Golkar.”

Sementara itu di lain sisi, kedatangan Bima Arya ke kantor DPD Golkar Kota Bogor beberapa saat lalu dirasa belum mempengaruhi arah dukungan, namun komunikasi masih terus berjalan hingga kini. Akan bagaimana nanti kedepannya kembali lagi pada pernyataan Tauhid Tagor, hanya Tuhan yang mengetahui.