Menperin Targetkan Produksi Massal Mobil Pedesaan Dalam Negeri

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menargetkan mobil pedesaan mulai diproduksi secara massal di dalam negeri pada kuartal IV 2018. Adanya kendaraan tersebut diharapkan mampu membantu petani dalam ‎mengangkut hasil produksinya.

Airlangga mengungkapkan, saat ini pembuatan purwa rupa (prototipe) sudah rampung. Tinggal menunggu kemampuan dari produsen yang berminat untuk memproduksinya secara massal.

“Mobil pedesaan kita siap, prototipe sudah selesai tinggal manufakturing,” ujar dia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (12/2/2018).

Sudah ada tiga produsen yang siap memproduksi kendaraan tersebut. Namun Kemenperin masih akan melihat hasil produk dari ketiga produsen tersebut.

“Sudah ada perusahaan. Tapi nanti kita lihat. Ini sedang dilihat ada 2-3 (produsen). Skala industri,” kata dia.

Airlangga menargetkan mobil pedesaanbisa mulai diproduksi massal pada kuartal IV 2018. Sementara untuk harga jual, pihaknya menyerahkan pada masing-masing produsen.

“Kalau sekarang prototipe dicoba. Mungkin kuartal terakhir ini sudah bisa (diproduksi).‎ (Harga jualnya) Nanti kita dilihat,” tandas dia.

Sebelumnya, Airlangga juga mengungkapkan, mobil pedesaan ada beberapa tipe. Yang sudah diproduksi adalah tipe mobil angkutan untuk membawa alat-alat perkebunan.

“Yang sudah diproduksi dua perusahaan, yakni di Yogyakarta CV. Karya Hidup Sentosa dan Astra Otoparts,” kata dia akhir Januari lalu.

Meski tidak menyebut volume produksi mobil pedesaan jenis angkutan hasil perkebunan, Airlangga mengaku mobil tersebut sudah digunakan di wilayah Sumatera. Bangganya lagi, mobil ini bakal diekspor.

“Jumlahnya mereka yang memproduksi dan sudah dipakai di beberapa kebun, contohnya di Sumatra. Astra Otoparts sudah dikirimkan sampel untuk ekspor,” jelas Ketua Umum Partai Golkar itu.

Menurut Airlangga, mobil pedesaan tipe angkutan hasil perkebunan ini sudah pada tahap skala industri dan mobil ini didesain penuh oleh para insinyur otomotif Indonesia.

“Yang jenis prototipe yang desain dibuat insinyur otomotif Indonesia sedang kita perbaiki. Ini nanti akan diproduksi di pertengahan tahun ini,” jelasnya.

Hanya saja, kata dia, produksi mobil pedesaan terkendala masalah investasi. Untuk memproduksi mobil tersebut, butuh investasi minimal Rp 100 miliar.

 

Sumber : liputan6.com