Nurul Arifin Dirasa Sesuai Akan Kebutuhan Pemimpin Kota Bandung Yang Kreatif

Nurul Arifin dan Ridwan Kamil Golkar

Aktris senior yang jadi bakal calon Walikota Bandung, Nurul Arifin, menyebutkan Kota Bandung adalah kota yang spesial, secara geografis dan kondisi Bandung dalam kerangka kewilayahan. Ia menyampaikan hal tersebut saat melakukan kunjungan di Kampung Rancabolang, Kelurahan Sekejati, Kecamatan Buahbatu, Bandung, Sabtu.

“Kota Bandung berada di tengah pegunungan, sehingga hawanya dingin, sejuk, makanya kolonial memilih Bandung menjadi ibu kota provinsi,” ujarnya.

Lantas, Nurul Arifin juga bercerita, Kota Bandung menjadi kota tempat lahirnya banyak pemikir hebat. Hal itu tercermin dari adanya perguruan tinggi teknologi pertama, ITB, pabrik senjata Pindad, dan perusahaan produsen pesawat semisal PT. DI yang berada di Kota Bandung.

Selain pemikir, Nurul Arifin juga menyebut banyak seniman kreatif yang lahir di Kota Bandung. Selain seniman, Kota Bandung juga dikenal banyak memiliki kelompok muda yang terkumpul dalam komunitas-komunitas kreatif dengan berjuta gagasan. Hingga tak heran, Ridwan Kamil yang menjadi Walikota Bandung sampai hari ini mengusung tema kreatifitas untuk membangun Kota Bandung, apalagi latar belakang Kang Emil yang memang sebagai arsitek menunjang dirinya merubah wajah Bandung semakin geulis lagi.

“Penyanyi artis banyak dari Bandung. Kalau Nurul Arifin dari mana?” kata Nurul Arifin.

“Dari Bandung,” ujar warga yang hadir di Masjid Al-Ikhlas dalam pertemuan tersebut.

“Kalau Nurul Arifin artis bukan?” celetuk Nurul Arifin.

“Artis!” ujar warga berseru menanggapi.

Selain itu, Nurul Arifin menilai, Kota Bandung dirasa sangat spesial karena telah lama menjadi pusat perkembangan fashion di Indonesia, sehingga mendapat julukan Paris Van Java. Selain itu, kesejukan Bandung yang dikelilingi banyak pohon disebut Nurul Arifin tidak akan ditemukan di tempat lain, Nurul juga menghimbau warga agar senantiasa menjaga kelestarian alam Kota Bandung.

Keharmonisan warga Bandung dengan alam juga tercermin dari cara orang Bandung atau orang Sunda pada umumnya makan. Kesukaan orang Bandung dan orang Sunda pada umumnya mengonsumsi lalapan ketika makan, dianggap Nurul adalah simbol keselarasan dengan alam.

“Orang Bandung itu harmonis dengan alamnya. Contohnya, kita makan harus ada lalap sambel lengkap dengan dedaunan segala,” kata Nurul Arifin yang kemudian memancing tawa warga yang hadir.

Selain itu, yang membuat Bandung terasa spesial bagi Nurul Arifin adalah multikulturalisme yang terjadi di Kota Bandung. Menurut Nurul Arifin, Bandung menjadi tempat pertemuan beragam suku, etnis, dan agama yang hidup bersama.

Dalam pengalamannya selama ini yang hidup dalam dunia seni, figur Nurul Arifin dirasa sesuai dengan karakter Kota Bandung secara komprehensif. Kreatifitas yang dimiliki Nurul Arifin juga tentunya merupakan modal berharga untuk menata Bandung lebih geulis lagi dari sekarang. Sesuai dengan tagline yang Ia miliki, Bandung Geulis Bandung Harmonis.