Nurul Arifin Ibaratkan Politik Seperti Kebutuhan Ibu Rumah Tangga

Kandidat wali kota Bandung, Nurul Arifin, mengunjungi warga Gang Bapak Suhaya RW 005, Kelurahan Nyengseret, Kecamatan Astana Anyar, Kota Bandung, Jawa Barat, dalam rangkaian kampanye Pilkada Kota Bandung 2018, Rabu (21/2/2018).

Nurul tiba di lokasi sekitar pukul 09.30. Kedatangannya disambut musik rebana yang dimainkan ibu-ibu. Ia lalu berorasi di dalam rumah seorang warga.

Dalam orasinya, ia mengingatkan bahwa politik sangat penting dalam kehidupan masyarakat.

“Politik itu sederhana, apalagi buat perempuan. Kehidupan kita ditentukan politik, masalah kesehatan, pendidikan, kesejahteraan,” ucap Nurul.

Secara sederhana, Nurul menganalogikan politik ada pada 3R (kasur, dapur, dan sumur). Tiga hal itu, kata Nurul, menjadi bukti bahwa politik sangat krusial dalam menentukan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat.

“Politik itu 3R, kasur, dapur, sumur. Harga sembako, beras gimana, yang mengatur harga beras, ada politiknya. Di sumur, ada air, berapa beli air, kalau ada PDAM harus bayar, siapa yang menurunnaikkan harga air. Kita banyak sumber air, tetapi dimonopoli, jadi dipolitis. Di dalam kasur ada politiknya, ada yang masih pakai KB, berapa anak yang didukung pemerintah. Jadi, politik masuk ke dalam tubuh perempuan. Jadi, hak warga negara bisa menentukan nasib kita ke depan,” ucapnya.

Nurul pun mengajak warga mencetak sejarah dengan menjadikannya wanita pertama yang memimpin Kota Bandung.

“Kalau ada sosok perempuan, seorang ibu jadi wali kota Bandung, setuju enggak? Saya ajak ibu dan bapak mencetak sejarah baru dengan menjadikan perempuan jadi ibu untuk warga Kota Bandung. Saya berharap ibu dan bapak memberi dukungan kepada saya,” katanya.

 

Sumber : kompas.com