Nurul Arifin Pernah Merasakan Hidup Susah Hingga Gadaikan Kain

Memiliki predikat sebagai artis, Nurul Arifin, dikenal banyak orang melaui banyak film yang pernah dibintanginya. Tetapi, Nurul Arifin mengatakan bahwa ia pernah mengalami masa sulit dalam hidupnya. Cerita itu ia bagikan saat mengunjungi warga Kelurahan Palasari, Kecamatan Cibiru, Bandung, Minggu (4/2/2018).

“Ibu-ibu kalau melihat saya sekarang, Nurul Arifin, mantan pemain film, artis tempo dulu. Padahal dulu saya hidup susah,” kata Nurul Arifin.

Ia menyeritakan dari awal ia menghabiskan masa kecil di Gang Sukamulya. Nurul Arifin lahir di pada 18 Juli 1966, di Rumah Sakit Santo Yusuf, Cicadas, Bandung. Dalam kehidupan sehari-hari, ia bercerita sering mengalami kesulitan secara ekonomi.

“Dulu mah susah, kalau ngga ada uang, Ibu saya buka lemari, mencari kain yang bisa digadaikan,” ujarnya.

Kemudian, perjuangan menjadi seorang bintang film ia mulai ketika ia duduk di bangku SMA. Ketika itu, teman-temannya menyebut Nurul Arifin cantik dan pantas menjadi seorang model.

“Waktu saya sekolah SMA, karena kata teman-teman, ‘Nurul cantik, jadi foto model saja’, kemudian saya ikut lomba jadi peragawati,” kata Nurul Arifin melanjutkan ceritanya.

Setelah menjadi peragawati, karirnya di dunia hiburan pun berlanjut. Ia pergi ke Jakarta dan mendapat tawaran bermain di banyak film. Satu di antara film yang dibintanginya adalah Naga Bonar. Di film tersebut, ia berperan sebagai Kirana, kekasih Naga Bonar yang diperankan Deddy Mizwar.

“Terus saya main film ke jakarta, malang melintang, main film, menjadi aktivis, politisi, sampai akhirnya di sini,” ujarnya.

Nurul Arifin mengatakan kunci keberhasilannya hingga bisa di titik ini adalah kerja keras.

“Kuncinya kerja keras, disiplin, dan fokus. Kalau masih punya anak yang kecil, ibu-ibu harus mendidik dia agar maju,” kata Nurul Arifin.

Selain sebagai aktris, Nurul Arifin juga dikenal sebagai Anggota DPR-RI Fraksi Partai Golkar pada periode 2004-2009 dan 2009-2014. Sekarang, ia mencalonkan sebagai Wali Kota Bandung setelah diusung oleh Partai Golkar, Partai Demokrat, dan PKB. Ia juga didukung oleh partai non-parlemen yaitu PAN dan Perindo.

Sumber : Tribunnews.com