Nurul Arifin Prihatin Dengan Generasi Muda Yang Lebih Suka Membaca Di Gadget Ketimbang Buku

Dalam sebuah seminar mengenai literasi anak usia dini, Nurul Arifin, tampil sebagai pembicara. Kepada wartawan, ia mengaku prihatin pada isu literasi, termasuk kebiasaan anak muda zaman sekarang. Ia menilai generasi muda lebih senang membaca melalui gadget dibandingkan buku.

“Saat membaca buku, beda artistiknya, rasa yang kita baca dari membaca buku beda,” ujarnya kepada wartawan di Prime Park Hotel, Jalan PHH Mustofa, Bandung, Kamis (14/12/2017).

Nurul Arifin mengatakan bahwa ia lebih menikmati membaca buku ketimbang membaca gadget. Ada sensasi berbeda ketika membuka satu per satu halaman yang terbuat dari kertas. Ia juga mengatakan, melalui buku, imajinasi yang terbayang saat membaca terasa berbeda. Karena itulah Nurul Arifin berupaya mengajarkan anaknya untuk menyukai kegiatan membaca buku.

“Sangat klasik kalau membaca buku dari kertas itu. Anak saya yang perempuan masih suka baca karena ia suka menulis juga,” ujarnya.

Meski begitu, ia tidak menyalahkan kebiasaan anak muda yang lebih sering membaca di gadget dibandingkan buku. Bagi Nurul Arifin, yang terpenting adalah substansi membaca masih terpelihara. Dengan begitu diharapkan budaya literasi tetap eksis.

“Kalau memang tidak bisa lagi melestarikan buku, yang penting substansi kontennya, ada value positifnya, yang penting punya nilai menambah wawasan, dan mengajarkan kita berinteraksi dengan manusia, serta membuka jendela dunia,” ujarnya.

Menurutnya, kebiasaan membaca sejak usia dini dapat menjadi bekal untuk berinovasi dan berkreasi di masa depan.

 

Sumber : Tribunnews