Nurul Arifin Resmi Menjadi Anggota Kehormatan Bandung Karate Club

Politikus Partai Golkar Nurul Arifin dan Ali Hasan resmi menjadi Anggota Kehormatan Bandung Karate Club (BKC), di GOR Pajajaran, Bandung, Minggu, 4 Maret 2018. Prosesi itu dilakukan di hadapan 735 anggota BKC yang akan melakukan ujian kenaikan tingkat.

Untuk mendapatkan jaket kehormatan serta sabuk hitam, keduanya harus melewati ritual khas BKC, yang dipimpin langsung pendiri seklaigus Ketua Dewan Guru BKC Iwan Rahadian Arsanata. Nurul Arifin dan Ali Hasan diharuskan berlari mengitari peserta ujian kenaikan tingkat sembari mengepalkan tangan dan menyerukan yel penyemangat secara lantang.

Peserta yang hadir bersama orang tua dan kelurga turut menyemangati keduanya. Selepas itu, calon wali kota Bandung itu diharuskan melakukan angkat badan (squat jump). Ritual pamungkas disimpan terakhir. Hanya BKC yang memiliki ritual ini.

Nurul diminta menggigit tusukan apel. Buah itu hanya berjarak lima sentimeter dari mulutnya. Saat diminta membuka kaca matanya, ia masih santai. Nurul Arifin tak melihat ke samping kirinya, saat ketua dewan guru, Kang Iwan, tengah memutar-mutar tongkat sepanjang dua meter, dengan mata pisau tombak di ujungnya.

Tanpa aba-aba, tongkat yang diputar Kang Iwan menebas apel yang berada di depan mulut Nurul. Adegan tak terduga itu membuat Nurul terperangah, kaget.

“Kaget pisan, lah. Kirain ritualnya cuma makan apel gitu aja. Ternyata itu pisau di depan muka banget, deket. Tahunya apelnya pakai tombak di-karate,” kata Nurul Arifin.

Kang Iwan menuturkan, klub yang berdiri sejak 1966 itu menerima siapapun yang ingin bergabung dan memajukan karate. Ritual buah apel itu menguji kesungguhan seseorang untuk bergabung dengan BKC.

“Sebagaimana doa yang selalu dipanjatkan di BKC, dimana pun anggota BKC berada, di situlah Allah memberikan karunia-Nya,” tutur Kang Iwan, yang masih dalam kondisi prima meskipun usia telah melampaui 70 tahun.

Nurul bercerita, ia sempat aktif karate saat masih SMP. Beberapa gerakan dasar masih diingat. Bagi dia, karate merupakan olah raga yang mampu menumbuhkan jiwa sportif.

“Saya yakin betul kalau anak-anak dan pecinta olah raga itu memiliki jiwa yang sportif. Kalau badannya sehat, jiwanya juga sehat,” ujarnya.

Dalam ujian kenaikan tingkat di BKC itu, banyak didominasi anak-anak. Nurul menganggap ujian kenaikan tingkat serta pertandingan rutin mampu membangun karakter anak yang disiplin, mandiri, dan paham nilai hormat pada individu lainnya.

“Lihat saja di zaman gadget ini, kan seringnya pegang hp. Kalau karate mereka dilatih disiplin, tertib, sikap sempurna, biar enggak manja. Memiliki ilmu bela diri itu pentinglah, apalagi untuk perempuan. Sekarang tindak kekerasan pada perempuan di jalanan juga tinggi. Nah, bela diri itu buat jaga-jaga,” tuturnya.

Ketua Umum BKC Agung Satria Negara menambahkan, Nurul didapuk menjadi anggota kehormatan karena merupakan praktisi karate. Meski begitu, ritual BKC tetap diterapkan bagi satu-satunya cawalkot Bandung perempuan itu.

“Kita mengetes kesungguhan, itu kan hal yang wajar sekali dalam BKC. Murid-murid diuji, disamaratakan dengan peserta-peserta lainnya. Jadi tidak ada keistimewaan,” ujarnya.

Tradisi Buah Apel juga diwajibkan ketika masuk keluarga besar BKC, sebagai tes mental. Akan terlihat sejauh mana kesungguhan mereka masuk BKC.

“Makanya, dalam ritual Buah Apel itu ada juga yang mundur. Mata tombak yang hanya 10 sentimeter ya, jadi si pisaunya itu hanya 10 sentimeter, pendek gitu, dan hanya dilakukan oleh ketua dewan guru kita saja (Kang Iwa). Tidak ada oleh pelatih lain,” ujar Agung.

Selain itu, BKC juga menghormati Nurul yang berniat memajukan BKC di masa mendatang. Bagi siapapun yang berniat serupa, kata Agung, tentu BKC akan menerima dengan terbuka.

 

Sumber : pikiran-rakyat.com