Nurul Arifin Siapkan Program 100 Daycare Dengan Baby Sitter Bersertifikasi

PASANGAN Nurul Arifin-Chairul Yaqin Hidayat (Nuruli) menyiapkan program 100 Penitipan Anak jika terpilih sebagai wali kota dan wakil wali kota Bandung 2018-2023. Program penitipan anak dengan pengasuh terseleksi itu untuk memenuhi kebutuhan warga pekerja, khususnya kaum perempuan yang kerap terbebani biaya penitipan selama waktu bekerja.

“Dari saya pribadi sebagai saya seorang ibu. Kemudian melihat kebutuhan masyarakat perkotaan khususnya perempuan pekerja, ya daycare tersebut. Karena biasanya perempuan pekerja ini tidak bisa menitipkan anaknya karena ketidakmampuan untuk membayar baby sitter, misalnya, kemudian tidak ada keluarga yang bisa dititipi,” ujar Nurul, dalam keterangan resmi, Selasa (20/3/2018).

Dari data yang Nuruli peroleh, saat ini setidaknya ada angka 45 juta pekerja perempuan di Indonesia. Jumlah perempuan pekerja di kota besar turut berkontribusi tinggi pada perkembangannya.

Angka ini diprediksi akan terus bertambah. Apalagi, Nurul akan terus membuka keran penyetaraan akses bekerja bagi seluruh warga.

“Kesetaraan ini tengah berjalan. Wanita mulai mengisi pos-pos pekerjaan formal dan informal. Tetapi mereka membutuhkan tangan negara untuk dapat menjadi survival, menyintasi waktu sekaligus melintasi perjuangan hidup di Kota Bandung. Maka, mereka akan diberikan pengasuh terbaik hasil seleksi yang akan menjaga sekaligus mendidik anak-anaknya selama mereka bekerja,” terangnya.

Nurul menambahkan, selama ini ia menerima banyak harapan dari pekerja kreatif, wanita karier, lulusan sekolah keterampilan, maupun mahasiswi yang siap memanfaatkan ilmunya buat masyarakat banyak dan ingin bekerja sekaligus mengasuh anaknya.

Dimulai dari lingkungan pemkot, Nurul akan meningkatkan fasilitas penitipan anak untuk ASN. Sementara bagi para wanita pekerja ber-KTP Kota Bandung tersedia penitipan anak di 100 titik yang disebar sesuai kebutuhan di warga Bandung.

“Semua instansi harus menyediakan tempat penitipan anak dan tempat menyusui bayi. Jika sudah ada, kita lihat apakah sudah layak?” cetusnya.

Oleh karena itu, imbuh Nurul, ke depannya penting setiap perkantoran, mall, atau pusat komersial yang mempekerjakan perempuan pekerja atau ibu pekerja untuk memiliki daycare.

“Sebetulnya ini persoalan yang bisa diatasi bersama-sama. Masalahnya, ada keinginan atau tidak? Kalau saya nanti akan mengharuskan di setiap perkantoran, pertokoan, dan mall harus ada daycare. Targetnya minimal 100 Penitipan Anak atau daycare yang tersebar di seluruh wilayah. Di mana pun ada mal perkantoran, di situ harus ada daycare,” tuturnya.

Nurul pun menjamin para pengasuh yang mengisi daycare itu merupakan hasil seleksi dari yang terbaik. Dengan begitu, orangtua bisa tenang melanjutkan aktivitasnya bekerja.

“Penitipan anak ini harus ada fasilitas bermain, kemudian ada tenaga pendamping atau tenaga pengasuhnya. Sebetulnya ini tergantung kecerdasan dan kepedulian kita lah, kalau yang terasa ngurus anak ‘kan ibunya, ya,” ucapnya.

 

Sumber : galamedianews.com