Nurul-Rulli Tetap Hargai Dukungan PAN, Meskipun Tidak Memiliki Kursi Di DPRD Kota Bandung

Menuju Pilwalkot Bandung 2018, pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung, Nurul Arifin dan Ruli Hidayat sudah resmi didukung tiga partai, yaitu Golkar, Demokrat, dan PKB.

Selain ketiga partai tersebut, Nurul-Ruli juga dikabarkan akan didukung oleh PAN.

“Dukungan partai lain juga kami dapatkan SK-nya PKB, insya Allah PAN juga. SK PKB sudah diserahkan kemarin. PAN belum, tapi kemungkinaan ke kami,” ujar Ruli Hidayat ketika ditemui wartawan di Posko Pemenangan Nurul-Ruli,Jalan Tamblong, Bandung, Minggu (7/1/2018).

Meski PAN tidak memiliki kursi di DPRD Kota Bandung, Nurul Arifin merasa dukungan PAN juga penting karena mereka memiliki pendukung yang cukup banyak.

Selain PAN, Nurul Arifin juga mengatakan masih menunggu kabar dari dua partai lagi.

Satu di antara dua partai tersebut, kata Nurul Arifin, akan memberikan keputusannya malam ini.

“Kalau bisa, saya berharap ada dukungan dua (partai) lagi. Tapi yang pasti insya Allah nanti malam satu,” ujarnya.

Sebenarnya, saat ini, Nurul Arifin-Ruli Hidayat telah memiliki jumlah dukungan yang cukup untuk mendaftar ke Pilwalkot Bandung 2018.

Berdasarkan persyaratan, sebuah partai atau koalisi partai harus memiliki jumlah minimal 10 kursi di DPRD Kota Bandung untuk bisa mengusung pasangan calon wali kota/wakil wali kota.

Partai Golkar memiliki enam kursi, Partai Demokrat memiliki enam kursi, dan PKB memiliki satu kursi.

Jumlah kursi ketiga partai tersebut sebanyak 13.

Daftar 10 Januari.

Nurul Arifin dan Ruli Hidayat rencananya akan mendaftarkan diri ke KPU Bandung pada 10 Januari 2018 mendatang.

Nurul Arifin mengatakan, pemilihan tanggal tersebut merupakan instruksi dari DPP partai pengusung.

“Instruksi DPP. Tanggal 9 Januari kan Cagub-Cawagub (dari koalisi Golkar-Demokrat). Tanggal 9 Januari mau buat deklarasi di Sabuga, terus ke KPU, kami semua mengantar,” ujar Nurul Arifin kepada wartawan di Posko Pemenangan, Jalan Tamblong, Bandung, Minggu (7/1/2018).

Nantinya Nurul Arifin dan Ruli Hidayat juga hadir dalam deklarasi pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi sebagai Cagub-Cawagub Jawa Barat, di Sabuga.

Keesokan harinya, barulah pasangan Nurul-Ruli mendaftar ke KPU.

Uniknya, saat pendaftaran, Nurul Arifin berencana menggunakan transportasi umum saat berangkat menuju KPU.

“Kami berangkat dari sini pagi, kami akan berangkat ke KPU menggunakan transportasi umum ke KPU, kemudian di KPU juga ada sedikit acara,” ujarnya.

 

Sumber : Tribunnews