Partai Berlambang Mercy Optimis Kepada Nurul Arifin Dapat Perindah Bandung

Partai Demokrat Kota Bandung meyakini peluang pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung non inkamben (Nurul Qomaril Arifin – Chairul Yaqin Hidayat) cukup besar bahkan dapat memenangkan Pilwakot Bandung 2018 pada 27 Juni mendatang.

“Kami akan berusaha dan bekerja keras untuk bisa memenangkan Pilwalkot Bandung 2018 ini,” ujar Ketua DPC Partai Demokrat Kota Bandung Entang Suryaman, saat ditemui di Gedung DPRD Kota Bandung , Jalan Sukabumi, Selasa (26/2).

“Dengan mengusung calon wali kota dan wakil wali kota yang bukan inkamben bisa menjadi keuntungan, ditambah pasangan kali ini satu paket koalisi partai dengan pasangan calon untuk Gubernur Jawa Barat,” lanjutnya

Keuntungan yang dimaksud Entang ialah mengacu pada peristiwa yang terjadi pada Pilwakot 2013, dimana pasangan non inkamben Ridwan Kamil – Oded M Danial (RIDO) justru dapat keluar sebagi pemenang dalam ajang pesta demokrasi tersebut. Kemenangan tersebut tidak terlepas dari penurunan elektabilitas dua pasangan calon yang merupakan inkamben.

“Jadi bagaimana masyarakat melihatnya dan membuka pikirannya, saya menilai bahwa itu sebagai awal kemenangan yang sudah digariskan. Stagnasi terjadi sebelum pilwalkot dengan opini publik yang dikembangkan media massa, dan data yang di publish tentang masalah paslon inkamben, ini juga yang menjadi keuntungan bagi paslon non inkamben,” ucapnya.

Ia pun menuturkan, anomali politik yang kerap terjadi dalam nuansa pemilu, menjadikan pasangan calon incumben unggul, karena memiliki rekam jejak kinerja yang telah di ketahui publik, tapi itu juga bisa menjadi boomerang bagi pasangan tersebut, dimana cela dibalik prestasi bisa dimanfaatkan oleh lawan politik. Untuk itu ia pun merasa optimis, hasil akhir perolehan suara dapat menunjukkan lain.

Atas dasar itu, lanjut dia, pihaknya masih sangat optimis bisa menempatkan pasangan Nurul – Ruli bisa jadi penenang pilwalkot 2018

“Pada saat 2013 lalu, kedua pasangan incumben langsung drop, karena terjadi tsunami politik terkait cela dari masing-masing pasangan.

Hal Itu terus menggerus hingga membuat elektabilitas kedua paslon jatuh dan jauh menurun, sehingga kondisi itu justru memunculkan nama pasangan ‘Rido’ menjadi Bandung satu pada hasil akhir,” ucap dia.

Menilik pada kondisi pilwalkot 2018, paslon yang diusung oleh lima partai, yaitu Demokrat, Golkar, PKB, dan PAN ini, menurutnya bukan tanpa cela atau kelemahan, salah satunya ialah sosok calon wali kota yang merupakan perempuan.

Namun fakta tersebut justru bisa di jadikan nilai jual atau modal kampanye yang tidak ternilai.

Calon pemimpin dari kaum hawa, kata dia, memiliki peluang untuk menang, terlebih dengan berbagai kelebihan dari sisi tersebut, seperti lebih menonjolkan sikap keibuan dan harmonis.

Ditambah pemimpin Kota Bandung sampai saat ini belum pernah ditempati oleh perempuan.

“Jangankan orang untuk menilai siapa calon kita, untuk mendukung saja ragu. Tetapi siapa yang tahu warga Bandung ingin dipimpin oleh seorang wanita, karena istilahnya Bandung balik ka indung bisa jadi kenyataan,” katanya.

Oleh karena itu, dirinya berharap, hingga tiba saatnya pemilihan nanti, masyarakat Kota Bandung dapat menilai sosok-sosok yang dapat diamanahi memimpin Kota Bandung hingga lima tahun kedepan dan membawa perubahan yang lebih baik lagi dari yang sudah baik.

Sumber : tribunnews.com