Calon Walikota Bandung Dari Partai Golkar Ini Akan Gunakan Media Sosial Sebagai Sarana Kampanye

Nurul Arifin Golkar

Media sosial diprediksi akan kembali menjadi salah satu medan pertempuran di Pilkada 2018 nanti. Utamanya di Kota Bandung yang merupakan salah satu kota dengan angka pengguna media sosial tertinggi di Indonesia. Hal ini lumrah adanya karena memang tingkat penggunaan media social cukup tinggi pada daerah perkotaan.

Hal ini dijelaskan oleh politisi Golkar yang juga menjadi kandidat calon walikota di Pilwalkot Bandung, Nurul Arifin, pada hari Rabu ini

“Kalau kita lihat sekarang, pengguna media sosial tidak hanya diminati oleh generasi milenial tetapi juga telah menyentuh seluruh lapisan masyarakat dengan berbagai usia,” tegas Nurul.

Tren penggunaan media sosial menjadi alat untuk menaikan nilai brand politik dari seorang kandidat selalu menarik sejak kontestasi pada Pilgub DKI Jakarta 2012 lalu, yang dimanfaatkan oleh Jokowi serta pasangannya Basuki Tjahja Purnama sebagai sarana kampanye.

Selain itu, medsos juga berhasil dimanfaatkan secara maksimal oleh Walikota Bandung saat ini, Ridwan Kamil, sebagai alat untuk menyentuh sekaligus bersosialisasi dengan warga Bandung serta Jawa Barat untuk mempopulerkan dirinya. Bahkan, salah satu alasan mengapa Ridwan Kamil terpilih dan menjadi idola masyarakat Bandung terutama milenials karena ia berhasil memaksimalkan potensi dari media sosial.

Nurul memprediksi, kalau media sosial akan banyak digunakan oleh banyak kandidat. Nurul juga mengakui bahwa ia akan memaksimalkan potensi dari media sosial menjelang Pilwalkot Bandung 2018.

Apa yang disampaikan Nurul Arifin mengenai metode media sosial yang hendak ia gunakan adalah hal yang lumrah. Namun penggunannya harus sehat, karena di era keterbukaan seperti sekarang ini banyak sekali pihak yang kurang bertanggung jawab menggunakan media sosial secara menyimpang.