Periode Airlangga Hartarto, Partai Golkar Perjuangkan Perempuan Untuk Maju Pilkada

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto akhirnya mengumumkan kepengurusan baru partai beringin periode 2018-2019. Hetifa Sjaifudian ditunjuk sebagai ketua bidang Pemberdayaan Perempuan sekaligus menjadi Ketua Umum organisasi sayap partai yaitu Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG).

Hetifa mengatakan, memimpin organisasi sayap yang menaungi kepentingan perempuan di tahun politik tentunya bukan perkara mudah. Minggu ini, kata dia, Golkari sudah harus mensukseskan proses verifikasi faktual partai politik yang mensyaratkan sekurang-kurangnya 30 persen perempuan ada dalam posisi kepengurusan partai di tingkat pusat.

“Sesuai amanah UU Partai Politik, Partai Golkar sesungguhnya telah bertekad akan menegakkan komitmen mendorong partisipasi perempuan hingga ke tingkat paling bawah di provinsi, kabupaten/kota, bahkan di kecamatan,” kata Hetifan, Senin (22/1).

Menurut dia, perempuan di Golkar harus mempersiapkan diri untuk memenangkan para calon kepala daerah perempuan. Walau tidak banyak, lanjut dia, ada beberapa calon kepala daerah perempuan yang telah diusung, salah satunya Nurul Arifin, kader yang siap berkontestasi di Pilkada Kota Bandung.

“Jika terpilih, kami ingin kepala daerah perempuan dari Partai Golkar ke depan juga bisa menjadi contoh kepala daerah yang kompeten dan berintegritas,” jelas Hetifah.

Saat ini, kata dia, perempuan Golkar perlu segera mempersiapkan Daftar Calon Sementara untuk mengikuti Pemilu Tahun 2019. Seperti diketahui, UU pemilu No.7 Tahun 2017 mensyaratkan setidaknya ada satu nama perempuan dari tiga nama di daftar calon.

Tentu bukan nama-nama sembarangan untuk sekadar memenuhi quota, tapi memang kader yang sudah teruji rekam jejaknya. Sejalan dengan target penambahan perolehan kursi Partai Golkar, diharapkan di tahun 2019 nanti jumlah perempuan di Fraksi Golkar DPR bisa bertambah dari 18 menjadi 30 orang.

“Kami perempuan Partai Golkar siap mewarnai dan sekaligus akan secara sungguh-sungguh mewujudkan politik bersih dan demokratis. Bagi kader perempuan yang sudah duduk di Legislatif baik di DPR RI maupun DPRD, kami akan mempertegas sikap politik dan keberpihakan kami pada nasib kaum perempuan, anak-anak, remaja, serta kaum marjinal melalui kebijakan yang kami rumuskan,” tutur Hetifa.

Perempuan Golkar, juga terbuka untuk bekerja sama dengan seluruh komponen baik di legislatif, eksekutif maupun civil society antara lain KPPRI, KOWANI, KPPI, MPI, LSM, aktivis media, serta para akademisi yang peduli keterwakilan perempuan dalam politik.

“Mudah-mudahan kepercayaan yang diberikan di pundak kami kaum perempuan bisa dijalankan dengan sebaik-baiknya. Kepada para kader perempuan Partai Golkar di seluruh Indonesia, saya mengimbau agar segera merapatkan barisan dan bergandeng tangan mewujudkan visi bersama ini,” tutup dia.

 

Sumber : Merdeka