Pilkada Majalengka : DPD Golkar Majalengka Kaget Dengar Rumor Duet Karna-Untung

Golkar

Menjelang pendaftaran bakal calon bupati Majalengka yang tinggal belasan hari lagi, suhu politik di Kota Angin semakin memanas. Partai Golkar yang telah menjaring 4 bakal calon bupati-wakil bupati dikabarkan akan mengusung calon di luar 4 kandidat yakni Ade Rachmat Ali, Maman Suherman, Moch Ramdani, dan Taufan Ansyar. Berhembus kabar menjelang pendaftaran Golkar akan koalisi dengan PDIP dengan mengusung Karna-Untung.

Ketua Tim Penjaringan Partai Golkar, M Suparman menyatakan kaget mendengar rumor duet Karna-Untung tersebut. Meskipun secara tugas dan tanggung jawab sebagai tim penjaringan telah tuntas, tapi pihaknya memiliki tanggung jawab moral untuk menghantarkan satu dari 4 kandidat diusung Golkar pada Pilkada Majalengka nanti.

“Meskipun yang menentukan rekomendasi itu DPP, tapi tim penjaringan menginginkan dan berharap Golkar dapat mengusung calon dari empat kandidat tersebut,” ujar anggota DPRD Kabupaten Majalengka ini.

Sementara Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Barat Drs H Ade Rahmat Ali MSi menyatakan belum tentu PDIP mengusung Karna Sobahi pada Pilkada nanti. Apalagi PDIP hingga kini belum menentukan sikap. Beberapa waktu lalu tim sukses Karna berangkat menuju DPP PDIP, tapi belum mendapat rekomendasi tersebut. Justru mantan sekda ini menilai Manher yang bisa jadi kuda hitam diusung PDIP pada Pilkada Majalengka.

Menurutnya, bila Golkar mengusung di luar 4 kandidat yang mengikuti penjaringan maka akan berdampak buruk terhadap citra dan keercayaaan masyarakat terutama pada Pemilu 2019 mendatang. Ade tidak menampik bila ada rumor yang berkembang bahwa Golkar akan menjadi “rental” bagi kandidat tertentu yang siap dengan dana besar. “Kami yakin Golkar memiliki mekanisme partai yang jelas di bawah kepemimpinan yang baru pasca Mukernaslub,” kata Ade kepada Radar.

 

Sumber : RadarCirebon