Politisi Partai Golkar Asal Betawi Ajak 5000 Warga Bersihkan Sampah Pantai Anyer

Di tengah hiruk pikuk situasi nasional yang sarat dengan kepenatan perseteruan kepentingan politik dan tarik menarik isu yang membuat gaduh situasi masyarakat, Tokoh Muda Betawi, Jamaludin mengajak masyarakat untuk meninggalkan sejenak berbagai hiruk pikuk yang menjemukan itu.

Putra asli Betawi yang menapaki sepak terjang politiknya di Partai Golongan Karya (Golkar) itu pun mengajak sebanyak 5000-an warga untuk rileks sejenak ke Pantai Anyer di Pandeglang, Banten, sembari melakukan gerakan bersih-bersih pantai.

“Saat ini, masyarakat kita kian penat dengan berbagai kegaduhan kepentingan nasional. Mulai dari atraksi politik yang oleh masyarakat awam kian menjemukan, juga berbagai informasi mengenai korupsi yang tak kunjung surut. Belum lagi keharusan untuk kerja, kerja, kerja, ditambah lagi dengan berbagai atraksi yang membuat sesama anak bangsa ini seperti saling curiga, persaudaraan kita terusik atas sesuatu yang tidak jelas. Masyarakat kita sedang penat loh. Bolehlah sejenak pergi ke pantai, agar segar kembali pikiran,” tutur Jamaludin, saat rombongan menuju Pantai Anyer, Banten, Minggu (17/12).

Pria kelahiran Jakarta, 13 Juli 1972 itu mengatakan, situasi nasional yang penuh perdebatan publik tidak akan membuat masyarakat Indonesia semakin menuangkan energi positifnya membangun diri dan bangsa ini.

“Apalagi di Jakarta, setiap saat tampaknya jalanan didera macet yang kian parah. Masyarakat Jakarta yang kejar mengejar dengan waktu untuk bekerja membanting tulang mencari sesuap rejeki. Terkadang saya berpikir, itu semua membuat masyarakat kian buntu cara berpikirnya. Kita butuh suasana sedikit tenang, memerikan ruang untuk menarik nafas, menyegarkan pikiran dan meneguhkan kembali komitmen kebangsaan dan keindonesiaan kita,” tutur pria yang merupakan Ketua Umum Relawan Beringin itu.

Melalui Paguyuban Rawa Bambon yang dipimpinnya, Jamaludin pun mengajak 5000-an warga ke Anyer untuk rileks dan mengkonsolidasikan kembali tenaga dan pikiran serta melakukan hal-hal positif lainnya, agar ke depan, energi positif masyarakat semakin terarah dalam membangun Jakarta dan Indonesia yang lebih beradab, lebih ceria, lebih bahagia dan tidak suntuk dengan berbagai problema yang mendera.

Menurut Jamaludin, sekat-sekat perbedaan suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) yang belakangan ini banyak dikonsumsi melalui sejumlah pemberitaan tidak perlu terjadi di Jakarta dan Indonesia. Sebab, setiap anak bangsa, entah dari latar belakang yang berbeda, memiliki potensi yang sangat baik untuk memajukan Jakarta dan Indonesia.

“Emangnya Orang Betawi tak kepengen hidup bahagia di Jakarta dan di Indonesia? Emangnya saudara-saudara kita suku-suku lain juga enggak kepengen hidup lebih baik dan bahagia juga? Emangnya agama-agama yang ada di Tanah Air kita juga enggak kepengen hidup bahagia? Kan semuanya kita pengen hidup bahagia dan sejahtera di Indonesia. Itulah cita-cita para Pendiri Bangsa Indonesia, dan itu juga cita-cita Negara Indonesia. Itu juga cita-cita saya, juga cita-cita Bapak-Bapak, Ibu-Ibu, Anak-anak Bangsa Indonesia ini. Itu cita-cita kita bersama,” terangnya.

Kegiatan Bertema Paguyuban Rawa Bambon Bersama Saudara-Saudari Setanah Air Memperkokoh Komitmen Kebangsaan, Persaudaraan, dan Motivasi Membangun Jakarta Yang Lebih Baik itu pun digelar di Florida Beach Anyer, Jalan Raya Pandeglang, Cipare, Kecamatan Serang, Banten.

Kegiatan diisi dengan senam pantai, jalan santai, diskusi santai, perlombaan-perlombaan, dan gerakan membersihkan sampah di Pantai Anyer. Kegiatan tersebut dimotori oleh Politisi Betawi ini dengan didukung oleh Relawan Beringin dan DPD II Partai Golkar Jakarta Timur.

“Kebersamaan bersama masyarakat jangan sampai tergerus. Masyarakat kita sejahtera dan heppi, pastilah Jakarta dan Indonesia kita ini akan sejahtera dan heppi. Bekerja pun akan semangat kembali, solidaritas sesama anak bangsa pun akan kian erat. Bersama masyarakat dari berbagai lapisan, memiliki pergumulan yang tidak jauh berbeda, kita bersama-sama hidup dan menghidupi Jakarta dan Indonesia. Jadi mesti akur, rukun, semangat dan heppi iya kan,” tutur Jamaludin.

 

Sumber : Rmol